"Tadi terakhir yang saya sampaikan, ya mungkin pandangan dari Presiden dari pemerintah tentang kemungkinan ada yang memanfaatkan situasi terakhir ini untuk tujuan dan kepentingannya sendiri. Saya sampaikan Bapak Presiden, yakinlah, yakinilah ormas-ormas Islam itu akan berada kalau tidak di belakang, di depan pemerintah untuk menolak segala niat yang tidak baik yang ingin merongrong kekuasaan pemerintah yang sah berdasarkan konstitusi," ujar Din Syamsuddin usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/11/2016).
Din menegaskan, ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sangat berwawasan konstitusional. Ormas-ormas itu akan berada di garda terdepan untuk menolak upaya perusak konstitusional Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira demikian pula yang saya imbau untuk tidak perlu ada yang berpikir apakah mengail di air keruh atau menyampaikan kritik-kritik, termasuk yang sangat mengkritisi pemerintah, bisa kita sampaikan. Pemerintah harus juga pula mendengar. Oleh karena itu saya berkeyakinan ke depan ini kehidupan kebangsaan kita hubungan negara pemerintah dengan rakyat, hubungan antar masyarakat ini akan tetap terjaga terpelihara," tambah mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.
(jor/fdn)










































