"Sampai dengan hari ini, penyidik Polri dengan Densus 88 dibantu penyidik dari Polda Kaltim tengah melakukan pemeriksaan terhadap 21 orang. Jadi sudah ada 21 yang diamankan sampai pagi ini, untuk dilakukan pendalaman pemeriksaan," jelas Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (16/11/2016).
Boy mengatakan polisi akan segera menuntaskan pemeriksaan terhadap 21 orang itu. Nantinya polisi akan segera menentukan apakah mereka terlibat dalam jaringan terorisme atau tidak setelah pemeriksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi sebelumnya menyebut pelaku pelempar bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda tergabung dalam jaringan bernama JAT (Jamaah Anshorut Tauhid). Aksi teror yang terjadi pada Minggu (13/11) pagi tersebut mengakibatkan lima orang tewas, termasuk seorang balita berusia 2,5 tahun bernama Intan Olivia Marbun.
(dhn/dhn)










































