Dyah menyampaikan hal tersebut melalui akun Twitter-nya @diyahpuspitar seperti dilihat detikcom, Selasa (15/11/2016) malam. Dia baru saja menjenguk salah satu balita korban ledakan Trinity Hutahaean (4) di RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur.
Dikatakan Dyah, dirinya mewakili Nasiyatul Aisyiyah menyampaikan dukacita mendalam untuk seluruh korban. Dia berharap para balita korban ledakan yang masih dirawat di rumah sakit bisa semakin membaik dan kembali berkumpul dengan keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Hujan Deras Turun Saat Intan Olivia Korban Bom Samarinda Dimakamkan
Dyah juga menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya salah satu korban, yakni Intan Olivia Marbun (Banjarnahor). Balita berusia 2,5 tahun itu telah dimakamkan siang tadi.
Dyah berharap pengeboman di gereja di Samarinda ini jadi yang terakhir. Jangan sampai ada lagi kejadian serupa. Berikut 5 poin pernyataan sikap PP Nasyiatul Aisyiyah terhadap aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene Samarinda ini:
1. Turut berdukacita atas meninggalnya Intan Marbun (2,5 tahun), salah satu anak yang menjadi korban bom.
2. Duka yang mendalam untuk anak-anak balita korban bom. Semoga keluarga dari korban bom diberikan kekuatan dan kesabaran.
3. Peledakan bom di tempat ibadah merupakan perbuatan yang tidak beradab dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam. Islam melarang dengan tegas segala bentuk perilaku teror, sadis, aniaya dan pembunuhan tanpa alasan kepada seluruh makhluk di muka bumi tanpa terkecuali.
4. Mengharap pihak berwenang melakukan tindakan tegas terhadap pelaku bom dan dapat dihukum seberat-beratnya.
5. Mari bersama menghormati keberagaman, menjaga keamanan dan ketentraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca juga: #RIPIntan, Kenangan Manis Intan Olivia dan Jerit Rindu Keluarga
(bar/ams)











































