Isop diduga menjadi korban pembunuhan karena saat ditemukan kedua kakinya terikat dan bagian atas badan sampai kepala ditutup oleh selimut.
"Korban diduga akibat dibunuh, saat ditemukan pada pagi hari pukul 08.30 WIB berada di dalam sebuah kamar ruangan pangkas rambut Salon Isop. Korban ini sebagai pemilik salon," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus melalui pesan singkatnya, Selasa (15/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saksi ini datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 08.00 WIB. Kata saksi pada saat itu melihat kalau pagar dan pintu salon tidak terkunci," jelasnya.
Ketika dihampiri ternyata saksi terkejut menemukan sang pemilik salon yang terbaring di kasur sudah tak bernyawa. Entat pun terkejut dan saat itulah dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, untuk dilakukan olah TKP.
"Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh pihak kepolisian, jika korban diduga kehabisan nafas, selain itu posisi tubuh korban dalam keadaan miring ke sebekah kiri ditambah kedua kakinya diikat menggunakan kabel plastik. Dan mulut disumpal pakai sarung bantal," paparnya.
Tak sampai di situ, polisi pun menemukan kejanggalan Lainnya. Polisi menyebutkan ada dua unit kendaraan roda dua jenis Honda Vario dan Honda Beat milik korban yang dibawa lari ditambah handphone milik korban pun raib digondol pelaku.
"Di sekitar area TKP tidak ditemukan juga bercak darah ataupun barang rusak," kata dia.
Sementara itu dari hasil pemeriksaan saksi, jika Isop tercatat pernah memilik seorang isteri yang statusnya telah bercerai bernama Ilah Karmilah (41). Sesuai dengan keterangan saksi jika korban belakangan ini sedang berselisih paham.
"Katanya seperti itu berselisih paham masalah harat gono gini. Tapi untuk sementara ini motifnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dari Polres Bandung," pungkasnya. (rvk/rvk)










































