Bagi cagub petahana itu, elektabilitas yang turun layaknya karet per yang nantinya akan melesat naik. Sehingga, merosotnya elektabilitas ia saat ini tidak terlalu dikhawatirkan.
"Ya kan turun, turun kayak karet. Nanti meloncat (tinggi)," kata Ahok usai blusukan di Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (15/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga merilis survei yang menyatakan elektabilitas Ahok-Djarot kian merosot dibanding pasangan lain. Dari hasil survei tersebut, tercatat elektabilitas Ahok sebesar 24,6 persen. Angka tersebut menurun 6,8 persen jika dibandingkan pada Oktober 2016 yakni 31,4 persen. Padahal, pada Maret 2016 lalu, elektabilitas Ahok-Djarot mencapai 59,3 persen. (nkn/imk)











































