DetikNews
Selasa 15 November 2016, 17:44 WIB

Bom Di Depan Gereja Samarinda

#RIPIntan, Lukisan Intan Olivia Korban Bom Samarinda Ini Viral di Medsos

Herianto Batubara - detikNews
#RIPIntan, Lukisan Intan Olivia Korban Bom Samarinda Ini Viral di Medsos Foto: Lukisan Intan Olivia karya Toni Malakian (Toni Malakian/Facebook)
Samarinda - Berbagai kalangan menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya balita Intan Olivia Marbun (Banjarnahor) akibat aksi pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene, Samarinda, Kalimantan Timur. Kalangan seniman juga menyampaikan ekspresinya.

Kartunis Toni Malakian membuat lukisan Intan yang dipostingnya di akun media sosialnya, salah satunya di akun Instagram-nya tonimalakian seperti dilihat detikcom, Selasa (15/11/2016).

Dilihat detikcom, lukisan itu dinamai Toni 'Intan Marbun diangkat ke surga'. Dalam lukisan itu, balita berusia 2,5 tahun itu duduk di lantai mengenakan kaos warna kuning. Wajahnya nampak murung. Di punggungnya nampak ada sepasang sayap kecil yang terbentang.

Sejak diunggah, banyak netizen yang merasa terharu dengan lukisan yang dibuat Toni ini. Banyak yang meminta izin untuk membagikannya ulang di akun medsos masing-masing atau menggunakannya sebagai profile picture. Toni sendiri mengizinkan agar fotonya itu disebarkan atau dipakai netizen.

Toni dalam penjelasannya mengaku berdukacita atas kematian Intan. Dia secara tegas mengatakan, kematian Intan dan luka-luka yang dialami para balita lainnya yang jadi korban dalam serangan bom molotov di depan gereja itu adalah bentuk penistaan agama yang paling keji.

"Sedari pagi mengetahui kabar pelemparan bom ke gereja, aku tak punya ekspresi kata-kata, kecuali kesedihan mendalam. Inilah sebetulnya salah satu bentuk penistaan agama yang paling keji siapapun pelaku dan korbannya. Baru petang ini aku menggambar salah seorang anak korban meninggal karena kebiadaban itu. Agama memanusiakan manusia dan makhluk lain," tulisnya.

Baca juga: #RIPIntan, Ibunda Intan: Cukuplah Anak Saya yang Jadi Korban

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menyampaikan dukacitanya atas kematian Intan. Dia telah memerintahkan agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Pelaku juga harus dihukum seberat-beratnya.

"Tidak ada kata yang dapat menggambarkan betapa dalam rasa dukacita saya atas meninggalnya Intan. Itu sudah di luar batas kemanusiaan. Karena ini anak-anak kita," kata Jokowi di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Bandung, Jawa Barat, hari ini.


(hri/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed