Selaku pembina upacara Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengungkapkan, semangat bangsa Indonesia dibangun dari keberaragaman suku, agama dan golongan. Hingga saat ini semangat tersebut membuat kokoh keberagaman hingga lahir rasa toleransi.
"Keberagaman adalah keunggulan Indonesia," jelas Dedi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi keberagaman agama, Pemkab Purwakarta pun senantiasa menjaganya dengan membangun komunikasi antar umat beragama melalui Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan Satgas Toleransi yang terbentuk sejak awal tahun 2016 lalu.
"Ini komitmen Purwakarta untuk menjaga kerukunan dan rasa toleransi," katanya.
Lebih lanjut Dedi pun mengajak seluruh peserta apel untuk tidak lupa hidup rukun dengan alam. Terlebih saat ini Indonesia terutama di Jabar tengah banyak musibah yang salah satu faktornya karena kerusakan alam.
"Hidup itu harus harmoni antara manusia dan manusia, lalu manusia dengan alam. Kala keduanya dilaksanakan, insyaallah hubungan kita dengan Allah SWT akan harmonis," ungkapnya.
Ditemui usai apel, Kapolres Purwakarta, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, apel tersebut serentak digelar di seluruh Indonesia untuk menjaga rasa ke-Bhineka-an. Khusus di Purwakarta, menurutnya hal tersebut sudah terimplementasikan dengan sangat baik.
"Dari aspek keamanan pun tentunya masih kondusif, aman dan terkendali. Kita dari dulu selalu mengedepankan langkah preemtif dan preventif," pungkas Truno.
Foto: Bupati Dedi/ Tri Ispranoto detikcom |
Dalam apel yang juga dihadiri oleh para pemuka agama itu pun dilaksanakan sebuah tanda tangan nota kesepahaman deklarasi Ke-Bhineka-an Cinta Damai yang diwakili oleh para unsur muspida. (rvk/rvk)











































Foto: Bupati Dedi/ Tri Ispranoto detikcom