25 Pohon Asia Afrika di Bandung

25 Pohon Asia Afrika di Bandung

- detikNews
Selasa, 05 Apr 2005 07:03 WIB
Bandung - Sebanyak 25 jenis pohon se-Asia dan Afrika telah ditanam di Taman Kota Tegalega, Bandung. Penanaman puluhan pohon itu merupakan bagian dari acara Konferensi Asia Afrika (KAA) yang berlangsung 24 April nanti di Bandung. Sebanyak 7 poohon diantaranya merupakan jenis pohon dari Afrika. Sisanya, sebanyak 18 jenis pohon dari Asia."Pohonnya tak diimpor dari Afrika, semuanya sudah ada di sini. Kalau dari luar mesti disterilkan dulu, takut bawa penyakit," kata Kepala Subdinas Pemeliharaan Taman, Diding Suwandi, di Bandung kepada detikcom di Bandung, Selasa (5/4/2005).Menurutnya, 25 pohon ini hanya symbol saja. Rencananya para peserta KAA hanya menancapkan plang dan bendera saja di dekat pohon yang mewakili negaranya masing-masing."Semuanya ada 120 pohon. Kita tanam di bagian barat taman Tegalega, dekat monumen," katanya. Beberapa pohon dari Afrika itu antara lain, Mahoni (Swetania Mahagoni), Matoa (Pametia Penata), Asem Karaji (Pitchelobium Dulces), Khaya ( Khaya Sinogalensi) dan Spathodea (Spatodhea Camponulata). Sedangkan dari Asia, antara lain pohon Kayu Manis (Cinnamomum Ineus), Matoa (Pametia Pinata), Kiara Payung, Kenari, dan Flamboyan.Taman Kota Tegalega Kota Bandung merupakan terbesar di antara taman lainnya. Saat ini menjelang KAA seluruh fisik taman sedang dibangun. Diantaranya mengaspal ulang jalan di taman, memasang paving blok, pengecetan monumen Bandung Lautan Api, pasang lampu taman, serta menanam rumput dan pohon-pohon itu. Luas taman ini sekitar 17 hektar. Didalamnya terdapat lapangan sepak bola, lapangan bola basket, serta sebuah kolam renang."H-7 sudah kita tutup. Tidak boleh ada pedagang dan warga yang masuk. Minggu depan diupayakan selesai," katanya. Setiap hari Minggu taman ini memang meledak dikunjungi oleh warga. Baik untuk berolahraga ataupun untuk berjualan. Diperkirakan pengunjung Taman Tegalega di akhir pekan sekitar 10 ribu orang. "Saya tidak tahu apakah sosialisasi untuk tak datang ke sini berhasil. Jumlahnya terlalu banyak, siapa yang bias melarang mereka," kata Didi Suwandi. Menurutnya setelah KAA nanti, Dinas Taman Kota Bandung akan membentuk satuan polisi taman. Tugasnya, untuk menjaga pohon-pohon tersebut.Direncanakan tamu KAA akan masuk di pintu utama taman bagian barat. Namun sayangnya di bagian Timur taman ini sampah masih menggunung hingga 5 meter lebih. Sampah tersebut juga melebar hingga ke badan jalan. Dan mengeluarkan air limbah dari tumpukan tersebut. Belum terlihat dari pemugar taman Tegalega tersebut untuk membersihkan tumpukan sampah tersebut. Waduh? (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads