Disambut Palang Pintu, Sandiaga Tampilkan Jurus 'Silat Lipet Dompet'

Dinamika Pilgub DKI

Disambut Palang Pintu, Sandiaga Tampilkan Jurus 'Silat Lipet Dompet'

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 15 Nov 2016 15:57 WIB
Disambut Palang Pintu, Sandiaga Tampilkan Jurus Silat Lipet Dompet
Foto: Dok. Tim Anies-Sandi
Jakarta - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno disambut palang pintu saat berkampanye di Kelurahan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saat palang pintu melakukan aksi silat, Sandiaga pun tak mau ketinggalan.

Sandiaga mengeluarkan jurus silat versinya sendiri. Warga pendukung pasangan Anies Baswedan ini pun bersorak senang dan bertepuk tangan melihat aksi jagoannya tersebut.

"Hidup bang Sandi," ujar warga Jalan Sasak II Dalam, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (15/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah 10 menit 'tertahan' palang pintu, Sandiaga dan timnya dipersilakan memasuki tempat sosialisasi. Di lokasi, seperti biasa, Sandiaga memaparkan program unggulannya kepada warga seperti KJP Plus, KJS plus dan program ekonomi yang dekat dengan rakyat.

Disambut Palang Pintu, Sandiaga Tampilkan Jurus 'Silat Lipet Dompet'Foto: Dok. Tim Anies-Sandi


Seusai bersosialisasi, Sandi menjelaskan soal jurus yang dikeluarkannya saat aksi palang pintu tadi. "Campuran, itu jurus lipet dompet," kata Sandi dengan nada bercanda di lokasi yang sama.

Sandiaga berkata dia berkomitmen untuk memberdayakan budaya Betawi agar tetap eksis. Dia juga akan berupaya agar di setiap acara resmi, ada pertunjukan palang pintu.

"Menurut saya tadi palang pintu itu budaya Betawi yang ada nilai luhur, nilai hiburan, nilai olahraga dan nilai sebuah kearifan bahwa dengan diskusi, dari yang mau berantem tapi ada komunikasi yang baik, diangkat palang pintunya," katanya menjelaskan.

Lebih lanjut Sandi mengatakan bahwa kebudayaan Betawi sejauh ini sudah baik namun harus terus ditingkatkan lagi upaya pengenalannya ke masyarakat luas agar tak terlupakan.

"Contohnya tadi selendang mayang yang semakin hari semakin susah dicari, saya malah baru pertama kali (mencicipi) tadi. Ini harusnya ada satu keberpihakan bukan hanya pemprov tapi masyarakat juga untuk menghargai budaya Betawi," tutup Sandi (imk/imk)


Berita Terkait