"Tantangan dan ancaman perpecahan bangsa ini memerlukan kekuatan, kebersamaan dan kesadaran dari semua elemen baik TNI, polisi, ormas (organisasi kemasyarakatan) dan elemen masyarakat lainnya," kata Wakil Gubernur Saifullah Yusuf usai Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai di gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Selasa (15/11/2016).
Wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini menerangkan, apel kebhinekaan adalah ajang bertemunya tokoh masyarakat, tokoh agama, yang dianggap mampu menenangkan keadaan. Dengan demikian, kejadian di Jakarta dan beberapa tempat lainnya tidak sampai terjadi di Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat harus bisa berfikir dewasa dan mau mengerti keadaan bangsa, sehingga tidak melanggar hukum dan memecah belah persatuan bangsa.," jelasnya.
Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai di Grahadi ini diikuti peserta dari anggota TNI, Polri, pegawai negeri sipil (PNS), Linmas, organisasi kepemudaan lintas agama, pecalang dan beberapa ormas lainnya.
Dalam apel tersebut juga dibacakan Deklarasi Kebhinekaan Cinta Damai. Salah satu poin deklarasi yakni, Sanggup menjaga kerukunan beragama, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Juga menolak segala bentuk paham kekerasan, radikalisme dan terorisme yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gus Ipul Ajak Umat Islam Berdoa daripada Demo ke Jakarta
Saifullah Yusuf juga mengajak umat Islam di Jawa Timur dalam menyikapi pidato kontroversi Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lebih baik menggelar doa bersama di daerahnya masing-masing, daripada pada ikut berdemo ke Jakarta. Tapi tidak bisa melarang jika ada yang tetap berangkat ke Jakarta.
"Negara kita adalah Negara demokrasi, sehingga saya mempersilahkan bagi yang ingin ikut demo. Tapi perwakilan di sana sudah banyak, sebaiknya yang ada di Jawa Timur cukup dengan melakukan doa bersama atau istighosah," terangnya.
Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul ini juga berpesan kepada bagi yang mengajak atau membuka pendaftaran untuk turun aksi di Jakarta, harus bertanggungjawab terhadap massa yang mengikutinya.
"Bagi pihak yang mengajak, saya berpesan untuk mau bertanggungjawab dan mengawal dari pemberangkatan hingga pulang," tuturnya.
Gus Ipul yang juga wakil Gubernur Jawa Timur ini mengatakan, mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke pihak yang berwenang.
"Kita ingin NKRI ini tetap aman, cinta damai," tandasnya. (roi/rvk)











































