"Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban dibunuh atau bunuh diri, tetapi dari hasil olah TKP, dugaan sementara, diduga kuat bunuh diri," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Eko Hadi Santoso kepada detikcom, Selasa (15/11/2016).
Eko mengatakan, analisa korban bunuh diri ini didapat dari fakta-fakta di lokasi kejadian. Polisi memastikan, yang memasuki unit apartemen yang disewa korban itu hanya diakses oleh korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban diketahui pulang ke apartemen sebelum pukul 19.00 WIB, Senin (14/11) malam. Sementara korban ditemukan tewas sekitar pukul 10.20 WIB pagi tadi, oleh Erih (18) seorang house keeping yang biasa bersih-bersih di unit korban.
"Saksi datang pukul 10.20 WIB untuk membersihkan ruangan, kemudian mendengar telepon korban berbunyi namun tidak ada yang merespons," lanjut Eko.
Eko mengatakan, house keeping masuk ke kamar korban dengan menggunakan akses global. Sementara korban diduga tewas beberapa jam sebelum ditemukan oleh korban.
Korban ditemukan tewas dalam keadaan telanjang, terbaring di bathtub kamar apartemennya. Terdapat sejumlah luka sayatan pada pangkal paha kiri, leher kiri, lengan kiri dan dada.
"Pada tangan sebelah kiri korban terlihat bekas sayatan benda tajam, tepat pada urat nadi (pembuluh darah besar)," tuturnya. (mei/idh)











































