Bantah Dakwaan Irman Gusman, Yusril Sebut KPK Ingin Rusak Nama Baik DPD

Nathania Riris Michico - detikNews
Selasa, 15 Nov 2016 11:54 WIB
Irman Gusman dan Yusril Ihza Mahendra (agung/detikcom)
Jakarta - Mantan Ketua DPD Irman Gusman mengajukan keberatan atas dakwaan penuntut umum melalui eksepsi. Tim kuasa hukum Irman Gusman menyebutkan bahwa KPK berniat dengan sengaja menjebak Irman untuk terjerat OTT.

"Dalam perkara terdakwa yang dilakukan (KPK) adalah pengintaian dan penyadapan. Penyadapan dan pengintaian dilakukan sejak 24 Juni 2016. Jika pimpinan KPK beritikad baik mereka sampaikan pada terdakwa bahwa ada penyadapaan terhadap saudari Memi dan saudara Xaveriandy Sutanto dan ada dugaan mereka memberi hadiah," kata pengacara Irman Gusman, Yusril Ihza Mahendra di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

"Masih ada waktu untuk KPK untuk melakukan pencegahan," imbuhnya.

Yusril menyatakan bahwa dalam praperadilan, penyelidik KPK menerangkan bahwa penyelidik telah tiba di rumah Irman Gusman sebelum Irman sendiri tiba dan terjadi penangkapan pada pukul 00.30 WIB dini hari.

"Ini menjelaskan bahwa KPK memiliki 10 jam untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi penyerahan uang antara Xaveriandy dan Memi terhadap terdakwa," lanjut Yusril.

Pihak Irman Gusman menganggap KPK sengaja mengorek informasi untuk menangkap Irman melalui Xaveriandy dan Memi. Yusril juga mengatakan bahwa KPK berniat merusak nama baik DPD.

"Tapi justru KPK tidak melakukannya tapi justru menginterogasi ke saudara Xaveriandy Sutanto dan Memi untuk melakukan pengakuan atas perbuatan yang dilakukannya. Dia bertanya kepada saudara Xaveriandy dan Memi atas pemberian hadiah tersebut dan ini berniat merusak dan menghacurkan identitas DPD untuk kepentingan tertentu," kata Yusril.

Yusril menyebutkan KPK juga tidak memberikan waktu kepada Irman untuk mengembalikan hadiah yang diterimanya kepada KPK seperti yang diatur dalam pasal 12c UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Fakta dan itikad baik KPK jadi tidak ada karena tidak diberikannya waktu untuk terdakwa menyikapi sesuai ketentuan hukum sesuai diatur tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, terdakwa memiliki waktu 30 hari untuk mengembalikan hadiah yabg diterimanya kepada KPK," kata Yusril.

Atas hal tersebut, menurut Yusril, buah tangan yang diterima dan tidak diketahui dan tanpa niat oleh Irman Gusman tidak tahu dibuat sedemiakn rupa menjadi OTT oleh KPK sebagai penerimaan gratifikasi. (nth/asp)