Upaya tersebut terkait dengan menyebarnya isu mengatasnamakan ranting PDI-P yang seolah-olah menolak dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pikada DKI Jakarta 2017. Isu ini tersebar di media sosial sejak Minggu (13/11) malam.
"Menanggapi berbagai upaya memecah belah partai yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan ranting partai yang seolah menolak Ahok, PDIP dengan tegas membantah isu tersebut," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto mengatakan, PDIP berharap agar semua pihak menciptakan suasana yang kondusif dan teduh. Ia berharap publik menyerahkan keseluruhan proses pada rakyat sebagai hakim tertinggi untuk memilih pasangan kepala daerahnya.
Kalaupun ada yang tidak suka dengan pihak Ahok-Djarot, Ia mengimbau agar masyarakat melampiaskannya saat pemungutan suara Februari nanti.
"Bagi yang tidak suka pasangan tertentu, sebaiknya suarakanlah hak konstitusionalnya melalui TPS. Semua pihak harus berkompetisi secara sehat, demokratis, dan menghormati prinsip kedaulatan rakyat tersebut. Pilkada jangan menjadi pertarungan tanpa aturan hanya karena ambisi berkuasa," imbuh dia.
"Keseluruhan nilai-nilai hakiki demokrasi Indonesia yang berintikan musyawarah mufakat di dalam menyelesaikan setiap konflik harus kita jaga bersama. Di sinilah Pancasila benar-benar hadir sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa," imbuh Hasto. (wsn/fdn)











































