"Ramai sekali ini Jembatan Lima ini. Antusiasme masyarakat luar biasa. Dan kalau kita datang silaturahmi, mereka banyak sampaikan hal. Apalagi di sini ada masalah sampah. Tadi kita ngobrol, belum ada penanganan serius mengenai masalah sampah. Ini satu problem terbesar di Jakarta," ujar Anies di Jalan Kali Pojok, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat, Senin (14/11/2016).
Ia lalu menceritakan soal kunjungannya ke Bantar Gebang, Jawa Barat seminggu yang lalu. Anies mengatakan, dalam sehari warga Jakarta mengirimkan sampah seberat 7.000 ton ke sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu ke depan, kita akan tegas bahwa pengelolaan sampah dimulai dari rumah. Dan pemprov akan menyiapkan tempat sampah organik dan nonorganik kemudian diolah di komunitas. Dan kita akan bangun pabrik pengelolaan sampah. Bahkan bisa jadi energi yang terbarukan," papar Anies.
"Kita gunakan pendekatan multiple, tidak bisa hanya satu. Ada pengelolaan sampah komunitas, ada pabrik yang kita siapkan, incinerator juga dijalankan karena banyak inisiatif pengelolaan sampah yang bisa dilakukan masyarakat. Justru nanti pemprov memfasilitasi," sambungnya.
Anies mengatakan, masalah sampah bukan bagaimana cara membuang. Mantan Mendikbud ini akan mengubah mekanisme tersebut.
"Karena ini bukan lagi persoalan lagi dibuang kemana. Ini persoalan bagaimana tanah seluas ini, warga sebanyak Jakarta, sampahnya hanya dipindah ke tempat lain. Kita akan ubah," ucap Anies. (jbr/elz)











































