Salah seorang warga RT01/RW03, Kelurahan Pamoyanan, Cucu (62) mengaku sempat kehilangan motornya saat banjir setinggi satu meter menerjang rumahnya. Motornya sempat tersapu banjir hingga terbawa arus sungai.
Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan insiden tersebut terjadi pada Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Air sungai Cikakak yang pasang tiba-tiba menjebol tembok pembatas yang berada di tengah-tengah pemukiman warga.
Selama beberapa menit, banjir setinggi satu meter langsung menguasai puluhan rumah warga di sekitar bantaran sungai. Ia mengatakan derasnya banjir juga menghancurkan salah satu tembok rumah tetangganya.
"Kebetulan rumah tetangga saya ada di bibir sungai. Motor saya kebetulan ada di sana (tetangga) juga, karena temboknya roboh jadi motor saya juga ikut kebawa banjir," terang dia.
Cucu seketika panik bersama sejumlah warga langsung berupaya mencari keberadaan motor Supra Fit Nopol D 2615 BV hingga ke kawasan Jalan Kebon Kawung. Namun, pencarian tidak membuahkan hasil.
"Tadi pagi saya cari lagi jam 6 pagi, tahunya enggak jauh dari tempat jatuh. Sekitar 20 meter lah. Mungkin waktu malem saya cari airnya masih gede sama gelap juga," ujar dia.
"Alhamdulillah body motor enggak rusak, cuma mesin mati kerendam air. Saya enggak nyangka aja sampai segini, soalnya baru pertama kali banjir seperti ini," kata Cucu. (dhn/dhn)












































Foto: Mukhlis Dinilah/detikcom