PKB: Posisi Ahok di Pilgub DKI Semakin Terpojok

Dinamika Pilgub DKI

PKB: Posisi Ahok di Pilgub DKI Semakin Terpojok

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Senin, 14 Nov 2016 15:50 WIB
PKB: Posisi Ahok di Pilgub DKI Semakin Terpojok
Foto: Ilustrator Mindra Purnomo
Jakarta - PKB semakin optimistis menatap Pilkada DKI Jakarta. Apalagi melihat hasil beberapa lembaga survei terakhir yang menunjukan elektabilitas Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni terus mengalami kenaikan.

Apalagi, kata dia, jika dibandingkan calon incumben Basuki T Purnama (Ahok)- Djarot Saiful Hidayat yang elektabilitasnya semakin melorot. Salah satu faktor utamanya adalah karena pidato kontroversi Ahok soal Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu.

"Kalau suara (Ahok-Djarot, -red) sudah pasti berkurang. Sudah pasti itu. Menurut saya mundur atau tidak mundur sama saja. istilahnya Pak Ahok di posisi yang sangat terpojok sekarang," kata Wasekjen PKB Jazilul Fawaid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya kalah (Ahok-Djarot, -red) kalau lihat begini. Sayang aja enggak ada yang taruhan," imbuhnya sambil berseloroh.

Baca Juga: Agus Yudhoyono Bersyukur Elektabilitas Melejit di Survei Indocon

Sebelumnya, berdasarkan hasil survei yang dirilis Indocon pada Minggu (13/11), elektabilitas duet petahana yakni Ahok-Djarot terus merosot sampai 30,1%, sementara pasangan cagub penantang Agus-Sylviana semakin mengancam dengan elektabilitas saat ini 26,4%. Anies Baswedan-Sandiaga Uno sendiri masih tertahan dengan perolehan 21,6 persen.

Hasil jajak pendapat ini dipublikasikan oleh Direktur Exsekutif Indocon Research Consulting, Fajar Nursahid, di Rajawali Room Hotel Ambhara, Jl Sultan Iskandarsyah, Blok M, Jakarta Selatan. Acara ini juga dihadiri oleh peneliti CSIS J Kristiadi dan beberapa tokoh lainnya.

Pengumpulan data ini berlangsung pada tanggal 18-30 Oktober 2016. Pengumpulan data ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 575 responden dari 600 responden yang direncanakan.

Respoden ditentukan secara proporsional terhadap proyeksi jumlah pemilih di DKI Jakarta yang tersebar di lima wilayah yakni Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu, yang sepenuhnya dipilih melalui acak bertingkat. Margin of error diperkirakan sebesar +/- 4,03% pada tingkat kepercayaan 95%.

(wsn/imk)


Berita Terkait