Pesan Damai dari Daerah: Jaringan Lintas Kultural Solo Serukan 'Beda tapi Mesra'

Pesan Damai dari Daerah: Jaringan Lintas Kultural Solo Serukan 'Beda tapi Mesra'

Muchus Budi R. - detikNews
Senin, 14 Nov 2016 12:32 WIB
Pesan Damai dari Daerah: Jaringan Lintas Kultural Solo Serukan Beda tapi Mesra
Foto: Muchus Budi R/detikcom
Solo - Jaringan Lintas Kultural (JLK) Surakarta menyatakan sikap untuk terus menjaga kebersamaan, kebhinekaan dan menjalin kerukunan beragama di Indonesia. Mereka menyepakati bahwa suhu politik yang memanas akhir-akhir ini bukan merupakan indikasi lunturnya nilai-nilai kebhinekaan anak bangsa, melainkan hanya merupakan ekses dari sebuah kasus hukum terkait tindakan pribadi seseorang yang dinilai menyinggung nilai-nilai luhur agama.

JLK menggelar pertemuan dengan dikemas dalam sebuah obrolan santai bertajuk 'Beda tapi Mesra' di Fave Hotel Solobaru, Minggu (13/11/2016) sore. Hadir dalam acara itu tidak kurang dari 80 pegiat lintas kultural, politisi, pengurus partai, praktisi media massa, rohaniwan, pengajar di pesantren, hingga para pimpinan ormas. Mereka hadir secara pribadi dan tidak mengatasnamakan organisasi masing-masing.

Tiga anggota JLK yang didaulat memberikan pengantar diskusi adalah Amak Abu Yazid (tokoh senior kelaskaran di Solo), Istiqomah Hasyim (Muslimat NU Sukoharjo) dan Aria Bima (anggota DPR RI). Sedangkan peserta yang hadir diantaranya Pendeta Daniel Sukarno (GKPI), Pendeta Ruth Ratika (GPdI), Pendeta Paulus Tandijanto (GPKAI), Haris Haryanto (Betany), Lilik Joko Widagdo (GKJ), Sundoro dan Hermanto (GBI), M Syukur (Ketua FPI Surakarta), Irsyad Fikri (pengajar di Pesantren Al-Mukmin Ngruki).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadir juga Sholahuddin Aly (Sekretaris GP Ansor Jateng), Nuril Huda (Banser Pagar Nusa Pusat), Eko Pujiatmoko (Ketua Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo), YF Sukasno dan Putut Gunawan (PDIP Surakarta), Endra Gunawan (PDIP Sukoharjo), Hilmy Sakdillah (Ketua NU Surakarta), Rohmah Nurhidayati (Muslimat NU Surakarta), Lilam Kadarin Nuriyanto (Balitbang Kemenag di Semarang) dan lain-lain.

Amak Abu Yazid menegaskan persoalan pro dan kontra terkait penyelesaian kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama bukan merupakan indikasi lunturnya nilai-nilai kebhinekaan anak bangsa, melainkan hanya merupakan ekses dari sebuah kasus hukum terkait tindakan pribadi seseorang yang dinilai menyinggung nilai-nilai luhur agama.

"Ini hanya persoalan Ahok yang clometan menyinggung keyakinan orang lain dan itu menyakitkan. Tapi toh sejauh ini reaksi-reaksi yang muncul juga hanya terfokus pada Ahok. Mana ada reaksi yang menyerang agama yang dianut Ahok atau etnis asal Ahok. Kedewasaan berbangsa dan bernegara kita sudah matang. Kalau nanti ada yang berusaha memancing-mancing dengan mengganggu agama lain atau etnis tertentu, beritahu saya. Saya akan ikut membentengi di depan," tegasnya.

Pernyataan tersebut diamini oleh M Syukur, Irsyad Fikri, Eko Pujiatmoko dan Sholahuddin Aly. Syukur menegaskan tidak ada sentimen agama atau etnis, tapi umat tersinggung ketika Ahok menyinggung kitab suci. Irsyad dan Eko mendesak Ahok segera diproses hukum agar umat merasa mendapat jaminan hukum. Sedangkan Sholahuddin menambahkan perlunya berhati-hati menyikapi maraknya informasi tak terkendali di media sosial yang semakin memperkeruh suasana.

Aria Bima, politisi PDI Perjuangan yang juga tergabung dalam Timses Ahok-Djarot, juga mendukung aspirasi yang disampaikan JLK. Menurutnya Presiden Jokowi juga telah menyampaikan dukungan agar kasus hukum Ahok segera diproses oleh pihak kepolisian secara profesional. Namun demikian semua pihak juga harus mentaati proses hukum tersebut agar jangan sampai terjadi tekanan-tekanan tertentu pada aparat hukum yang sedang menjalankan tugas.

Di akhir acara, JLK menyampaikan pernyataan sikap bersama untuk bertekad menjaga dan menjalin kerukunan umat beragama, siap menjaga kebhinekaan, siap menjaga persatuan dan kesatuan, serta siap membangun NKRI dengan memberikan motivasi dan inspirasi positif untuk membangun Indonesia yang bersih dan berwibawa. (mbr/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads