"Parade ini akan diselenggarakan oleh kelompok-kelompok masyarakat sipil untuk menegaskan dan menguatkan kembali Kebhinnekaan kita sebagai sebuah bangsa. Bangsa kita lahir dan menjadi kuat karena kebhinnekaan yang belakangan ini tampak mulai tercabik-cabik. Oleh karena itu seluruh elemen bangsa yang ingin mempertahankan kebhinnekaan Indonesia perlu tampil dan berbicara lantang di depan publik," kata salah satu inisiator Parade Bhinneka Tunggal Ika, Nong Darol Mahmada, kepada wartawan, Senin (14/11/2016).
"Acara yang kami gagas ini bentuknya parade yang bersifat ceria, bahagia, menghibur, serta jauh dari semangat kebencian dan hujatan kepada pihak manapun. Perlu ditegaskan juga bahwa acara ini tidak terkait dengan hiruk-pikuk politik praktis pada saat sekarang ini," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isunya kan lebih kepada merawat kebhinekaan. Harapan kita kan dihadiri sejuta masyarakat, kita yakin banget jumlah penduduk Indonesia yang lebih memilih untuk merawat kebhinekaan kita yang berlandaskan pada pancasila itu kan masih banyak," katanya soal ekspektasi warga yang akan ikut dalam aksi ini.
Saat ini perizinan aksi ini tengah diproses di Kepolisian. Panitia ingin membuat sejumlah panggung pertunjukan seni untuk merayakan kebhinnekaan Indonesia.
"Jadi harapan kita memang dihadiri sejuta orang Kita akan buat panggung di Bundaran HI atau Monas, kemudian ada panggung-panggung kecil menampilkan kesenian daerah Indonesia. Kira-kira seperti itu paradenya," terangnya.
Tiga sasaran yang dituju dalam aksi damai ini adalah merawat Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinnekaan Indonesia, mempertahankan pemerintahan yang terpilih secara konstitusional, menyerukan penegakan hukum yang tidak bisa diintervensi pihak mana pun. (van/try)











































