Ini 3 Aksi Plt Gubernur DKI Antisipasi Cuaca Buruk di Jakarta

Ini 3 Aksi Plt Gubernur DKI Antisipasi Cuaca Buruk di Jakarta

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 14 Nov 2016 11:24 WIB
Ini 3 Aksi Plt Gubernur DKI Antisipasi Cuaca Buruk di Jakarta
Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Musim penghujan diprediksi berlangsung hingga awal 2017. Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi ancaman bencana cuaca buruk.

Pria yang akrab disapa Soni ini menjelaskan tiga poin yang menjadi prioritasnya. Pertama, Sumarsono meminta Dinas Pertamanan Pemprov DKI Jakarta untuk lebih aktif mengontrol pohon-pohon di Ibu Kota.

"Yang khusus untuk taman, cuaca buruk itu kan pasti efeknya kan angin kencang dan seterusnya. Pohon-pohon itu maka yang kira-kira sudah mau apa namanya istilahnya ada bahasa taman itu pemangkasan. Pemangkasan pohon-pohon yang daunnya lebat. Kalau kena beban air akan tumbang (dipangkas juga), sama juga pohon-pohon yang lapuk," kata Sumarsono di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, Sumarsono mengatakan Pasukan Biru di bawah komando Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta akan mengontrol seluruh got dan pintu air.
Pengontrolan ini sudah mulai intensif dilakukan.

"Hari ini akan kami minta laporan secara khusus, termasuk juga Dinas Kebersihan karena banjir juga sebabnya karena sampah yang menumpuk di tempat lorong-lorong, di jaringan-jaringan air itu juga banyak. Saya minta laporannya dan sekarang saya terima laporannya tiap pagi perkembangan mengenai arus tata air di Jakarta ini termasuk kemacetan, bukan hanya lalu lintas tetapi kemacetan-kemacetan yang ada terisi (cek lagi) di saluran air," papar Sumarsono.

Menurut dia, masalah ketinggian air juga dilaporkan tiap hari kepadanya. "Saya kira Insya Allah lah, ini kesiapan kami jauh lebih baik lah dibanding dulu pada saat sekian puluhan tahun yang lalu ini memang nggak ada pasukan. Kami punya pasukan kuning (oranye), pasukan biru, pasukan hijau ya sekitar 30-an ribu. Saya kira cukup memberi informasi sangat on time ya terkait dengan hal ini," ujar Sumarsono.

Terakhir, Sumarsono mengaku secara khusus menbuat instruksi kepada seluruh warga Jakarta memberikan early warning agar waspada terhadap kemungkinan bencana banjir karena hujan ini debit air akan sangat tinggi.

"Curah hujan tinggi pada bulan Januari-Februari itu mulai tingkat ekstrimnya, terutama Jakarta Selatan, Jakarta Timur. Wilayah ini yang kemungkinan akan terjadi curah hujan yang luar biasa sehingga konsentrasi seluruh tim kami akan dikonsentrasikan kepada dua wilaya ini. Untuk seluruh kroscek ini, kemudian wilayah lain berikutnya," kata dia.

Sumarsono juga mengajak warga Jakarta berpartisipasi menghadapi bencana banjir. "Kemarin kami rapat Sabtu di rumah jabatan. Saya undang semuanya untuk menjawab pertanyaan apa antisipasi Pemprov DKI Jakarta. Jadi kami sudah sejak dini mengantisipasi itu, cuma apa pun yang dilakukan Pemprov akan sangat berarti dan betul-betul efektif manakala didukung oleh partisipasi masyarakat. Karena itu nanti akan dengan cara saya bagaimana membangun kesiapan masyarakat. Menghadapi berbagai kemungkinan bencana banjir dan seterusnya," ungkap Sumarsono. (aan/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini