Forum Rektor: Perlu Dialog Sejukkan Bangsa Apapun Hasil Gelar Perkara Ahok

Forum Rektor: Perlu Dialog Sejukkan Bangsa Apapun Hasil Gelar Perkara Ahok

Idham Kholid - detikNews
Senin, 14 Nov 2016 08:52 WIB
Forum Rektor: Perlu Dialog Sejukkan Bangsa Apapun Hasil Gelar Perkara Ahok
Foto: Ahok di Mabes Polri (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Ketua Forum Rektor Rochmat Wahab menilai pentingnya digelar dialog untuk mencari solusi agar persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia tetap terjaga menyusul gelar perkara kontroversi pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan dilakukan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Selasa (15/11/2016) besok. Apapun hasil gelar perkara itu, suasana sejuk bangsa ini harus tetap terjaga.

"Minimal ada dialog yang dapat meredakan suasana dan membuat sejuk," kata Rochmat saat dihubungi detikcom, Minggu (13/11/2016) malam.

Rochmat menilai positif langkah Presiden Joko Widodo menggalang dialog tersebut seperti dengan mengundang sejumlah ulama dari berbagai organisasi masyarakat ke Istana dan mendatangi markas-markas ormas Islam seperti PBNU dan Muhammadiyah. "Yang dilakukan sudah sangat positif ya, beliau (Jokowi) dengan menunjukkan rasa tawadhu-nya dengan undang para ulama ke Istana," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rochmat menyarankan Jokowi juga bertemu dengan para ulama dan habib yang ikut demo 4 November. Saat demo 4 November lalu, para ulama dan habib yang berunjuk rasa hanya ditemui oleh Wakil Presidek Jusuf Kalla. Sedangkan para pendemo sangat berharap bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. Jokowi menjelaskan sebenarnya sangat ingin menemui pendemo namun terkendala masalah teknis.

"Seandainya itu bisa disempurnakan lagi, itu akan lebih lengkap lagi, para ulama dan habib yang demo 4 November itu juga diundang ke Istana, atau didatangi markasnya," tuturnya.

Menyikapi proses hukum yang sedang berjalan di Bareskrim, Rochmat berharap kepolisian benar-benar menegakkan hukum sesuai dengan tugas pokok fungsinya. "Tanpa ada agenda-agenda di balik itu mulai dari atas sampai ke bawah," tegasya.

"Nah sekarang, yang kita ingin dapat jaminan proses itu betul-betul melandaskan keadilan dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Enggak boleh juga tekanan demo membuat keputusan itu menjadi bias, enggak boleh juga," urainya.

Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin juga berharap tidak ada gejolak apapun hasil gelar perkara kasus Ahok. KH Ma'ruf yang juga Rais Aam NU itu menilai bagus bila para ulama menggelar pertemuan untuk mencari solusi terbaik agar bangsa ini tetap damai. Ia mengimbau Jokowi agar mengundang juga para ulama dan habib yang ikut aksi 4 November di depan Istana.

"Ya bagus saja, ulama-ulama bertemu ya bagus saja. Insya Allah, mudah-mudahan damai tentram," kata Ma'ruf. (idh/rvk)


Berita Terkait