"Minimal ada dialog yang dapat meredakan suasana dan membuat sejuk," kata Rochmat saat dihubungi detikcom, Minggu (13/11/2016) malam.
Rochmat menilai positif langkah Presiden Joko Widodo menggalang dialog tersebut seperti dengan mengundang sejumlah ulama dari berbagai organisasi masyarakat ke Istana dan mendatangi markas-markas ormas Islam seperti PBNU dan Muhammadiyah. "Yang dilakukan sudah sangat positif ya, beliau (Jokowi) dengan menunjukkan rasa tawadhu-nya dengan undang para ulama ke Istana," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seandainya itu bisa disempurnakan lagi, itu akan lebih lengkap lagi, para ulama dan habib yang demo 4 November itu juga diundang ke Istana, atau didatangi markasnya," tuturnya.
Menyikapi proses hukum yang sedang berjalan di Bareskrim, Rochmat berharap kepolisian benar-benar menegakkan hukum sesuai dengan tugas pokok fungsinya. "Tanpa ada agenda-agenda di balik itu mulai dari atas sampai ke bawah," tegasya.
"Nah sekarang, yang kita ingin dapat jaminan proses itu betul-betul melandaskan keadilan dan tidak ada intervensi dari pihak mana pun. Enggak boleh juga tekanan demo membuat keputusan itu menjadi bias, enggak boleh juga," urainya.
Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin juga berharap tidak ada gejolak apapun hasil gelar perkara kasus Ahok. KH Ma'ruf yang juga Rais Aam NU itu menilai bagus bila para ulama menggelar pertemuan untuk mencari solusi terbaik agar bangsa ini tetap damai. Ia mengimbau Jokowi agar mengundang juga para ulama dan habib yang ikut aksi 4 November di depan Istana.
"Ya bagus saja, ulama-ulama bertemu ya bagus saja. Insya Allah, mudah-mudahan damai tentram," kata Ma'ruf. (idh/rvk)










































