"Jadi kemarin itu ada cuaca buruk, terus sinyal kita rusak di jalur Karawang sampai Klari, artinya kereta itu sekarang kita pandu pakai wesel manual. Jadi di situlah terjadi antrean," ucap Humas PT KAI Daop I, Sapto Hartoyo, saat dihubungi detikcom, Senin (14/11/2016).
Sapto mengatakan, kecepatan kereta yang dipandu secara manual hanya 5 km/ jam. Sistem pemanduan manual juga hanya bisa dilakukan per 1 kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sapto belum bisa memastikan kapan alat persinyalan itu akan dibetulkan. Alat tersebut rusak akibat disambar petir saat hujan deras sore kemarin.
"Sekarang kita lagi tunggu barangnya dari Bandung, masih diperbaiki," ujar Sapto. (rvk/idh)











































