Soal Bom Molotov di Samarinda, Ketua MPR: Tak Ada Toleransi Pada Pelaku Teror!

Soal Bom Molotov di Samarinda, Ketua MPR: Tak Ada Toleransi Pada Pelaku Teror!

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 13 Nov 2016 19:47 WIB
Soal Bom Molotov di Samarinda, Ketua MPR: Tak Ada Toleransi Pada Pelaku Teror!
Ketua MPR Zulkifli Hasan/ Foto: Istimewa
Jakarta - Seorang pria melemparkan bom molotov ke depan Gereja Oikumene di Samarinda. Aksi teror ini dilakukan tadi pagi dan mengakibatkan setidaknya 5 orang terluka.

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan meminta agar aparat hukum menindak tegas pelaku teror tersebut. Menurutnya, tidak ada tolrensi terhadap pelaku teror.

"Saya kira gini, soal bom jangan dibesar-besarkan beritanya. Tapi yang penting, tindak tegas, tidak ada toleran terhadap pelaku teror. Kita sudah sepakat demokrasi pancasila. Jadi kalau ada teror, ada tindakan anarkis itu tidak benar," kata Zulkifli di sela acara Rapimnas PAN di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subrot, Jakarta Selatan, Minggu (13/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zulkifli yang juga Ketua Umum PAN ink meminta publik tidak memposisikan pelaku sebagai pahlawan. Pelaku tersebut menurutnya adalah oenjahat, karena menargetkan sasarannya pada rumah ibadah.

"Tindak tegas (pelakunya), jangan terlalu promosi sehingga dimuat seperti hero. Jangan begitu, dia penjahat. Apalagi yang membom tempat ibadah itu, dia penjahat. Orang yang tidak beradab, orang yang tidak patuh terhadap konstitusi itu (harus) ditindak tegas," ucapnya

Bom molotov meledak di depan gereja Oikumene di Jl Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, pagi tadi. Divisi Humas Mabes Polri menyebut korban berjumlah 5 orang.

Lima orang korban luka-luka diketahui masih anak-anak. Semuanya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Abdul Muis Samarinda.

Belum diketahui apa motif pelaku melempar bom molotov saat jemaat baru saja usai melaksanakan ibadah. Polisi mengkonfirmasi bahwa pelaku berinisial J.

Kapori Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan, pelaku adalah mantan napi yang terkait jaringan bom buku di Jakarta tahun 2011 silam.

"Pelaku sudah ditangkap. Napi kasus teror bom Puspitek di Serpong dan terkait bom buku di Jakarta 2011," kata Tito.

(jbr/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini