"Rumah saya jadi begini. udah tiga tahun lebih dah, enggak ada kabarnya lagi, enggak dapet penggantian. Kalau dapet penggantian saya bersyukur sekali," ucap Lilis (50), warga RT 07/ RW 08, Palmerah Utara, Jakarta Barat (13/11/2016).
Foto: Andhika Prasetia/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pakai terpal dua tahun, baru punya duit pakai asbes. Rumah saya begini, tadi ada kamar, ada dapur sendiri. Sekarang masak di situ, tidur di situ, terima tamu di situ," sambungnya, sambil menunjuk bekas rumahnya yang dibongkar.
Setelah mendengar itu, Anies berjanji akan mencarikan solusi dan kejelasan mengenai pembuatan jalan dan relokasi rumah ibu Lilis. Seperti hari-hari sebelumnya soal penggusuruan, Anies lebih memilih cara dialog daripada menggusur paksa.
Ibu mengeluh soal nasibnya, diabaikan usai digusur (Foto: Andhika Prasetia/detikcom) |
"Yang pindah kan bukan barang ya, bukan gudang. Yang kita pindahkan kehidupan. Kalaupun harus melakukan pemindahan, itu dilakukan dengan manusiawi," ujar cagub yang diusung PKS dan Gerindra tersebut.
Sementara itu, seperti biasanya kunjungan Anies Baswedan disambut marawis dan permintaan selfie dari warga saat menelusuri gang-gang kecil di daerah Palmerah Utara.
(dnu/dnu)












































Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Ibu mengeluh soal nasibnya, diabaikan usai digusur (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)