Kisah Emon Penculik Siswi SMA: Lepas dari Polisi namun Tewas Tertabrak Motor

Kisah Emon Penculik Siswi SMA: Lepas dari Polisi namun Tewas Tertabrak Motor

Mei Amelia R - detikNews
Minggu, 13 Nov 2016 11:52 WIB
Kisah Emon Penculik Siswi SMA: Lepas dari Polisi namun Tewas Tertabrak Motor
Emon Predator ABG (Foto: Ilustrator Mindra Purnomo)
Jakarta - Masih ingat dengan Emon, pelaku penculikan siswi SMA di Gununghalu, Bandung Barat? Dua bulan buron setelah menculik 2 siswi L (14) dan T (14), Emon ditemukan tewas tertabrak motor di Cibinong, Kabupaten Bogor.

Penculikan L dan T yang dilakukan Emon itu terjadi tanggal 3 September 2016 lalu, di rumah korban di kawasan Gununghalu, Bandung Barat. T dan L adalah teman satu kelas di sekolahnya yang juga tinggal berdekatan di Gununghalu, Bandung Barat.

Kedua korban dilaporkan hilang oleh ayah L, Sutisna (47) ke Polres Cimahi pada 6 September lalu. Pelaku saat itu dilaporkan menculik kedua korban dengan menggunkan mobil Ford Everest warna silver.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencarian Polres Cimahi terhadap Emon yang belum membuahkan hasil, membuat Nunung, ibunda T nekat berangkat ke Jakarta. Nunung pergi ke Jakarta karena mendengar informasi anaknya bersama Emon berada di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Nunung lantas pergi ke sebuah stasiun televisi di Jakarta, untuk meminta bantuan menyebarkan informasi soal hilangnya T itu. Lewat stasiun televisi swasta itulah, kemudian Nunung diperkenalkan dengan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan.

Mendapat informasi tersebut, Hendy pun tidak bisa tinggal diam. Timnya bersama Polres Cimahi kemudian melakukan pencarian terhadap korban dan pelaku ke beberapa lokasi.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, teman pesantren T dan L, diketahui pelaku penculikan menggunakan mobil Ford Everest warna silver. Pelaku saat itu memperkenalkan diri bernama 'Om Indra' yang kemudian mengajak T dan L pergi.

"Pelaku saat itu memperkenalkan diri mengaku bernama 'Om Indra', modus pelaku menawarkan korban untuk disekolahkan di Jakarta," ujar AKBP Hendy kepada detikcom, Minggu (13/11/2016).

Mobil Penggelapan

Setelah menerima informasi soal hilangnya T dan L, Subdit Jatanras Polda Metro Jaya kemudian melakukan penelusuran. Polisi sempat mencari Emon setelah mendapt kabar berada di sebuah hotel di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

"Kemudian kami cek ke sana, ternyata dia menggunakan KTP atas nama Lukmanul Hakim, dan berdasarkan keterangan pihak hotel, pelaku datang ke lokasi menggunakan mobil Ford Everest warna silver bernopol B 8776 HO," lanjut Hendy.

Polisi kemudian menelusuri identitas Lukmanul Hakim yang tercatat sebagai warga Jawa Barat. Namun rupanya, orang bernama Lukmanul Hakim bukanlah Emon yang dimaksud.

"Pak Lukman ini mengaku pernah kehilangan KTP, dan dia juga ternyata sudah dua kali didatangi polisi karena ulah si Emon ini," terang Hendy.

Di sisi lain, 'Lukmanul Hakim' juga pernah ditangkap oleh Polsek Kertajati, Majalengka, Jawa Barat karena menggelapkan mobil Ford Everest bernopol B 8776 HO.

Usut punya usut, setelah menggelapkan mobil tersebut, Emon menculik korban L dan T pada tanggal 3 September 2016. Setelah itu, Emon membawa kedua korban ke hotel di kawasan Sunter, Jakut.

"Saat kedua korban diinapkan di Sunter, tanggal 8 September dia kembali ke Majalengka untuk menggadaikan mobil tersebut ke seseorang berinisial Y," sambungnya.

Ketika hendak bertransaksi dengan Y, Emon disergap Polsek Kertajati. Sayangnya, Polsek Kertajati belum mengidentifikasi identitas asli Emon karena saat itu berhasil meloloskan diri dengan cara melompat dari motor polisi yang diboncengnya saat hendak dibawa ke Polsek Kertajati. Namun saat itu Polsek Kertajati sempat memfoto wajah Emon.

"Lalu dia kembali ke Sunter untuk menjemput T, sementara korban L ditinggal di hotel. L ini dibohongi katanya disuruh tunggu karena dia sama T mau ngambil uang ke Monas," lanjutnya.

Tetapi kemudian Emon dan T tak kembali. L akhirnya menghubungi keluarganya dan selanjutnya dijemput keluarganya di hotel di Sunter pada tanggal 10 September, sementara T saat itu masih dalam penguasaan Emon.

Setelah 18 hari pencarian atau tepatnya tanggal 21 September 2016, korban T akhirnya ditemukan di Sumedang, Jawa Barat. T diantarkan pulang ke rumahnya di kawasan Gununghalu, Bandung Barat oleh seorang sopir taksi yang dititipi T oleh Emon.

Menurut keterangan sopir, Emon menyetopnya di depan sebuah hotel di Sumedang. Emon mengaku sebagai kakak T dan meminta sopir untuk mengantarkan T ke Gununghalu, Bandung Barat.

"Kemungkinan pelaku sudah terdesak, sehingga kemudian melepaskan korban T di Sumedang," kata Hendy, Rabu (21/9/2016) lalu.

Berdasarkan keterangan sopir itu pula, Emon diketahui telah merubah penampilan. Penampilan terbarunya saat itu berkepala plontos.

Identitas Misterius

Sampai akhirnya ditemukan tewas tertabrak motor di Bogor pada Minggu (6/11) lalu, identitas asli Emon masih misterius. Adapun, identitas pelaku pencurian dengan nama Emon ini diketahui dari teman kerjanya di proyek bangunan di kawasan Koja, Jakarta Utara.

"Emon ini pernah bekerja sebagai kuli bangunan di Koja, Jakut. Dia saat itu memperkenalkan diri bernama Emon kepada orang proyek," ujar Hendy.

Saat menelusuri Emon ke proyek bangunan di Koja, Jakut, polisi akhirnya mengetahui ihwal nama Emon. "Menurut teman kerjanya, Emon pernah membawa 2 gadis selain T dan L ke mess proyek di Koja, Jakut," sambung Hendy.


Mati Tertabrak Motor

Setelah dua bulan buron, Emon tidak kunjung tertangkap. Belakangan diketahui, Emon tewas tertabrak motor saat turun dari sebuah angkot di Jl Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Minggu (6/11) lalu.

"Kemudian datang motor dengan kecepatan tinggi dari arah Talang menuju Pemda dan langsung menabrak korban (Emon). Korban meninggal di tempat," terang anggota Lantas Polres Bogor Kabupaten Iptu Asep Saefudin, Rabu (9/11).

Awalnya, korban kecelakaan teridentifikasi bernama Lukmanul Hakim. Berdasarkan penelusuran polisi, Lukmanul yang tercatat sebagai warga Bale Endah, Kabupaten Bandung, ternyata masih hidup.

Foto mayat identitas itu disebar via media sosial dan jajaran kepolisian. Terungkap bahwa korban kecelakaan tersebut identik dengan Emon.

Untuk memastikan, polisi mengkonfirmasi dua siswi SMP korban penculikan. 2 Siswi itu mengaku mengenali meski Emon telah menggunduli rambutnya.

Karena Emon telah tiada, Polres Cimahi pun akhirnya menghentikan kasus penculikan tersebut. Namun, hingga akhir hayat, identitas asli Emon tidak diketahui.

"Identitas aslinya belum diketahui. Saat ini jenazah masih ada di rumah sakit di Bogor dan belum ada pihak yang mengaku keluarga yang menjemputnya," ujar Kapolres Cimahi AKBP Ade Ary Syam, Minggu (13/11/2016).


(mei/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads