"Kita umat selalu bangga dua hal. Kita bangsa dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Kita muslim yang moderat yang plural, washatiyyah," kata Wapres Jusuf Kalla saat menghadiri Kongres Nasional Keluarga Alumni - Keluarga Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA-KAMMI) di Hotel Chandra Kartika, Jakarta Selatan, Sabtu (12/11/2016).
Pria yang akrab disapa JK itu menuturkan, Islam Indonesia belum lepas dari problem ekonomi. Sebab itu, ia meminta agar muslim Indonesia mau menyeimbangkan antara dunia dan akhirat seperti dalam doa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sering berdoa, 'Robbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah'. Disebut dunia dulu. Kejar dunia dulu, baru akhirat karena kita sekarang kita hidup di dunia dulu baru sambil kejar akhirat," imbuhnya.
Politikus senior itu juga menyayangkan pemuda Indonesia saat ini yang beramai-beramai memilih jadi politisi dari pada pengusaha. Menurut dia, untuk memajukan Indonesia, bukan hanya perlu politisi namun juga pengusaha kreatif dan inovatif.
"Kita kurang pengusaha. Begitu ada pengusaha, berlomba-lomba jadi politisi. Ada pembukaan CPNS ramai daftar. Maka ini kita tidak kekurangan birokrat, tidak kekurangan politikus. Kita butuh pengusaha untuk menuntaskan permasalahan umat," tukas JK.
"Kemajuan bangsa ini, kemajuan kita semua. Kesulitan bangsa, kesulitan kita juga. Kita perlu kreatifitas dan inovasi. Kita jangan hanya melihat satu sisi tapi semua sisi," tutupnya. (trw/trw)











































