Gotong Royong Nan Guyub ala Gampong Lubuk Sukon Aceh

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Sabtu, 12 Nov 2016 15:33 WIB
Foto: Nograhany Koesumawardhani/detikcom
Aceh Besar - Budaya gotong royong nan guyub masih sangat hidup di Gampong (kampung) Lubuk Sukon, Aceh. Terutama kala ada hajatan.

Lubuk Sukon sudah menjadi Desa Wisata sejak 15 Oktober 2012. Keunikan dari Gampong atau desa ini karena masih banyak warganya yang memiliki rumah adat Aceh alias Rumoh Aceh yang berbentuk rumah panggung dari kayu.

Saat berkesempatan mengunjungi Gampong Lubuk Lukon, Aceh Besar pada Minggu (6/11/2016) ini dalam rangka Diplomatic Tour yang diikuti 39 duta besar asing gelaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, detikcom bersama rombongan Kementerian butuh 20 menit perjalanan dari Kota Banda Aceh dengan mobil.

Gampong Lubuk Sukon cukup asri. Aspalnya mulus, serta pagar hidup dan pepohonan menghias bagian depan mayoritas rumah warga. Kesejahteraan di Gampong ini sangat baik, rata-rata ada satu atau dua mobil di halaman rumah warga. Beberapa Rumoh Aceh masih terlihat, namun ada pula yang rumahnya dari tembok.

Gotong Royong Nan Guyub ala Gampong Lubuk Sukon AcehFoto: Nograhany Koesumawardhani/detikcom

Meski demikian sejahtera, adat gotong royong di kampung ini tak luntur.

"Kalau ada kawinan, warga gotong royong, agar yang punya hajat nggak kerepotan. Tenaga nggak disewa. Kalau saya mau kawinkan anak, saya panggil kepala dusun, perangkat desa, duduklah itu lengkap. Nanti kita bicarakan mau seperti apa kawinnya, berapa lembu kita potong," tutur Kepala Gampong Lubuk Sukon Azwar Yusuf (61).

Saat hajatan, tak ada satu wargapun yang berpangku tangan. Semua menyumbangkan tenaga dan keahlian masing-masing.

"Laki-laki masak sayur kuah belanga. Itu sayur nangka, pisang, daging lembu, itu menu wajib kalau ada hajatan di sini. Ibu-ibu masak ayam dan lauk lainnya. Yang orang muda, cuci-cuci piring," tuturnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3