Cerita Peserta Doa Bersama Ulama Rakyat yang Ikut Demo 4 November

Cerita Peserta Doa Bersama Ulama Rakyat yang Ikut Demo 4 November

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Sabtu, 12 Nov 2016 14:44 WIB
Foto: Bagus Prihantoro/detikcom
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar acara Silatutahim Nasional Ulama Rakyat: Doa untuk Keselamatan Bangsa. Para ulama dan santri dari berbagai wilayah hadir dalam acara ini.

Tujuan digelarnya acara ini adalah agar Indonesia bisa damai. Selain partisan PKB, hadir pula khalayak umum yang antusias.

Sebelumnya sempat ada peristiwa demonstrasi pada 4 November 2016 yang juga dihadiri ulama dan santri. Tetapi pada aksi tersebut memang jumlah pesertanya lebih banyak dari acara hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga ikut waktu demo tanggal 4," ungkap salah seorang peserta Doa Keselamatan Bangsa bernama Eddy dari Tangerang di Eco Convention Hall, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (13/11/2016).

Eddy bercerita bagaimana dia tergerak untuk hadir pada aksi tersebut. Dia mengaku datang atas kemauan sendiri tanpa membawa label organisasi.

"Banyak juga yang ketemu di jalan, lalu mau ikut dan diajak. Makanya pedemonya bisa ada banyak seperti itu," sebut Eddy.

Menurut dia memang ada demonstran yang hadir atas kesadaran sendiri tanpa ada pihak yang membiayai. Tetapi dia tak bisa menjamin seluruh peserta demo sama seperti dirinya.

Dia membawa keluarganya dengan mobil pada saat ikut demo waktu itu. Tetapi Eddy menyayangkan adanya kelompok yang merusak damainya aksi para ulama dan santri.

"Saya juga tidak kenal dengan mereka. Sangat disayangkan sekali, padahal tadinya saya pikir bisa jadi demo paling damai," kata Eddy.

Pada saat kerusuhan terjadi, Eddy berada di dekat Istana Kepresidenan dan akan menuju Istiqlal tempat dia memarkirkan mobil. Banyak pula teman-temannya yang sudah pulang terlebih dahulu karena aturannya pada pukul 18.00 WIB harus bubar.

"Menurut saya, orang-orang yang rusuh itu berbeda kelompok dengan kami yang hadir di lokasi atas kesadaran sendiri," ujar Eddy. (bpn/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini