Wejangan Politik Surya Paloh untuk Ahok

Dinamika Pilgub DKI

Wejangan Politik Surya Paloh untuk Ahok

Indah Mutiara Kami - detikNews
Sabtu, 12 Nov 2016 10:52 WIB
Wejangan Politik Surya Paloh untuk Ahok
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menganggap calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kini sedang menjalani masa-masa berat. Wejangan-wejangan pun disampaikan oleh Surya Paloh yang merasa sebagai kakak bagi Ahok. Begini kisahnya.

Ahok mengaku pernah diminta mundur dari Pilgub DKI 2017, tanpa menyebut siapa gerangan yang meminta. Ditanya soal siapa yang mendesak Ahok mundur, Surya mengatakan bahwa permintaan kepada Ahok agar mundur harus ada dasarnya. Dia menyinggung soal pengaruh pilihan kepada nasib bangsa.

Ada pula rintangan berupa penolakan-penolakan saat Ahok kampanye. Dalam 2 pekan kampanye, Ahok sudah ditolak saat hendak kampanye di beberapa titik di Jakarta Barat. Ada yang berujung pembatalan. Penolakan juga berefek ke pasangannya di Pilgub DKI, Djarot Saiful Hidayat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei LSI Denny JA yang baru dirilis juga memperlihatkan bahwa elektabilitas Ahok merosot hingga tersisa 24,6%. Surya Paloh lalu meminta Ahok tegar karena perjuangan semakin berat.

Pekan depan, Ahok juga bakal menjalani gelar perkara terkait pidato kontroversialnya di Kepulauan Seribu. Surya Paloh sudah mengambil ancang-ancang bila status Ahok berubah.

Begini kisah lengkapnya seperti dirangkum, Sabtu (12/11/2016):

Harus Ada Dasarnya Bila Ahok Mundur

Foto: Ari Saputra
Surya Paloh mengatakan bahwa permintaan kepada Ahok agar mundur harus ada dasarnya. Hal itu Surya Paloh sampaikan saat ditanya apakah dia meminta Ahok mundur.

"Mundur? Kalau disuruh mundur itu berarti ada dasarnya. Kalau enggak ada dasarnya ngapain suruh mundur," kata Surya di Kantor DPP NasDem, Jl RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016).

Surya mengatakan, jika dirinya berharap apa yang terbaik untuk bangsa. Dia menegaskan satu Pilkada tidak menentukan segala bagi partainya.

"Kalau Bapak (Surya Paloh) ini kan apa yang terbaik untuk bangsa ini saja. Ya kalau memang benar tidak baik untuk bangsa ya Bapak bilang jangan, kalau baik kan kita lanjutkan untuk kepentingan nasional, satu Pilkada itu kan tidak menentukan segala-galanya untuk NasDem," terang Surya.

Surya mengajak kepada seluruh pihak supaya menghargai konstitusi. Menurutnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga sudah mengatakan tak boleh ada pengunduran diri bagi salah satu calon karena ada proses hukum yang menanti.

"UU mengatur enggak boleh mundur tolong dihargai konstitusi. KPU juga mengatakan jangan mengundurkan diri, ada hukum yang bisa melekat," urai Surya.

Ahok Harus Tegar

Foto: Lamhot Aritonang
Surya Paloh prihatin dengan penolakan-penolakan terhadap Ahok saat kampanye. Dinamika penolakan calon saat berkampanye, menurut Surya tidak hanya terjadi di DKI Jakarta saja. Surya mengatakan NasDem harus mengambil hikmah atas kejadian ini.

"Karena kita perlu belajar bersama, belajar tidak hanya sekolah formal ada sekolah yang lebih tinggi yaitu sekolah kehidupan. Sebagai adik saya, saya berharap dia tetap tegar menghadapi ini semua," ucap Surya.

Perkembangan dalam persaingan menuju kursi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan semakin berat. Surya berpesan bahwa perjuangan Ahok untuk menduduki kursi DKI 1 kian berat.

"Saya pikir perkembangan yang dirasakan kompetitif semakin keras, semakin keras. Perjuangan dia semakin berat," tandasnya.

Ada Evaluasi Jika Ahok Tersangka

Foto: Ari Saputra
Nasdem, yang merupakan partai pendukung Ahok, akan mengambil langkah sesuai hasil gelar perkara. Apakah akan mengubah dukungan Nasdem ke Ahok?

"Kalau Ahok tersangka, kita evaluasi dengan dia. Hal satu aspek yuridis hukum dan moralitas. Moralitas kita sebagai partai pendukung," kata Surya Paloh

Ahok sudah menjalani pemeriksaan di Bareskrim sebagai terlapor terkait pidato kontroversialnya di Kepulauan Seribu. Gelar perkara akan menentukan statusnya nanti.

Perkembangan dalam persaingan menuju kursi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan semakin berat. Surya berpesan bahwa perjuangan Ahok untuk menduduki kursi DKI 1 kian berat.

"Saya pikir perkembangan yang dirasakan kompetitif semakin keras, semakin keras. perjuangan dia semakin berat," tandasnya.

Halaman 2 dari 4
(imk/try)


Berita Terkait