KPU DKI: Pengamanan Kampanye Jangan Berlebihan, Nanti Merugikan Calon

KPU DKI: Pengamanan Kampanye Jangan Berlebihan, Nanti Merugikan Calon

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 12 Nov 2016 09:36 WIB
KPU DKI: Pengamanan Kampanye Jangan Berlebihan, Nanti Merugikan Calon
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Setelah ada penolakan saat kampanye pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di beberapa daerah, polisi melakukan pengetatan pengamanan terdapat saat kampanye pasangan calon tersebut. Namun, KPU DKI Jakarta mengingatkan pengamanan kampanye pasangan calon jangan terlalu berlebihan.

"Peran aparat keamanan itu penting. Pengamanan jangan sampai berlebihan. Seperti ada situasi yang sangat genting. Tapi pengamanan memang diserahkan ke Polda," kata Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno dalam Diskusi Polemik 'Hitam Putih Pilkada DKI' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/11/2016).

Menurut Sumarno, ada kerugian bagi calon jika mendapat pengamanan yang ketat. Hal itu akan memberi jarak antara calon dengan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hanya saja karena suasana demokrasi, kalau pengamanan begitu dekat itu merugikan calon sendiri," ujarnya.

KPU DKI Jakarta sudah berkomunikasi dengan Polisi dan Bawaslu untuk memetakan wilayah yang rawan dalam kampanye. Pihaknya sudah memiliki titik-titik rawan.

"Kita komunikasi dengan yang lain. Beberapa titik penolakan harus diantisipasi. Data wilayah yang rawan Bawaslu yang punya. Kita akan koordinasi untuk pastikan calon aman," kata Sumarno.

Sumarno mengingatkan bahwa kampanye adalah hak setiap pasangan calon. Masyarakat tidak boleh menghalang-halangi saat pasangan calon berkampanye.

"Ada aksi penolakan terhadap satu calon. Ini tidak boleh terjadi. Semua calon berhak melakukan kampanye di seluruh wilayah DKI," pungkasnya. (imk/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini