"Biarkan. Enggak ngaruh (tidak terpengaruh). Saya enggak mikir. Biar saja," kata Djarot Saiful Hidayat usai ziarah ke makam Bung Tomo di tempat pemakaman umum (TPU) Ngagel, Surabaya, Jumat (11/11/2016).
Dia mengaku yang dipikirkan saat ini adalah ziarah dan napak tilas para pahlawan yang dimakamkan di Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Walikota Blitar ini yakin elektabiltas pasangan Ahok-Djarot akan naik dan memenangkan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.
"Nanti kan naik-naik sendiri. Target di pilkada, yo mesti menang dong," ucap Djarot.
Sebelumnya berdasarkan hasil survei LSI Denny JA, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot cenderung terus menurun. Dalam sebulan, elektabilitas Ahok turun 6,8 persen.
Posisi survei di Maret 2016, elektabilitas Ahok-Djarot 59,3 persen. Kemudian di bulan Juli 49,1 persen. Lalu di bulan Oktober 31,4 persen dan November 24,6 persen.
Meski elektabilitas Ahok-Djarot menurun, pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 ini masih berada di posisi pertama. Sedangkan elektabilitas pasangan nomor urut 1 (Agus Yudhoyono-Sylviana Murni), pasangan nomor urut 3 (Anies Bawesdan-Sandiaga Uno) tercatat stagnan.
Agus-Sylvi menempati urutan kedua dengan elektabilitas 20,9 persen. Sementara Anies-Sandiaga tercatat 20 persen. (roi/dhn)











































