"Suamiku support banget, anakku support banget, menantuku juga. Termasuk cucuku support banget. Dia nyanyi, mas Agus mpok Sylvi harus menang insya Allah. Bayangin itu cucuku," tutur Sylvi usai acara di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016).
Sylvi kemudian berbagi rahasianya selalu lincah dan semangat. Resepnya, kata Sylvi, adalah hati yang bersih dan ikhlas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah padatnya agenda kampanye, Sylvi mengaku kerap berbagi tugas dengan suami. Keduanya bahu-membahu mengenalkan pasangan cagub-cawagub nomor 1.
"Yang lain ada yang sudah 1,5 tahun, bahkan ada yang 5 tahun. Kalau kami ini kan baru sekali 1,5 bulan (sosialisasi)," kata dia.
"Hari ini ada dua acara, saya di sini dan suami saya di komunitas lain. Biasanya telepon janjian nanti makan malam di sini. Alhamdulilah malah makin mesra," jelas Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu.
Sylvi menyebut kekompakan keluarganya itu menjadi suplai semangat baginya. Berkat dukungan keluarganya juga dia merasa selesai mengurus rumah dan waktunya dia untuk mengabdikan dirinya bagi masyarakat.
"Kita the super dream team, alhamdulilah Tuhan ngasih saya keluarga yang luar biasa. Rumahku itu betul-betul surga saya. Jadi saatnya dibilang urusan domestik saya sudah selesai," bebernya.
"Saya mulai concern dengan urusan publik. Termasuk saya ingin mewakafkan diri lah untuk masyarakat dan support saya," tambahnya.
Terlepas dari penjelasan Sylvi, terminologi pekerjaan domestik merujuk ke pekerjaan rumah tangga seperti merawat rumah, merawat anak, hingga memasak. Pekerjaan domestik, jamak dipahami, dikerjakan oleh kaum perempuan. Istilah pekerjaan publik merujuk kepada pekerjaan yang berefek ke masyarakat luas, produktif, dan berhubungan dengan orang banyak. Biasanya, pekerjaan publik ini dikerjakan kaum laki-laki. Dikotomi ini eksis meski banyak ketidaksetujuan.
Kembali ke Sylvi, dia mengaku respon masyarakat terhadap pihaknya cukup baik. Bahkan, kata Sylvi, masyarakat tergolong antusias.
"Alhamdulilah aku diciumin terus tadi ke Kwitang, wah nyiumin. Mulai dari ibu-ibu, tukang bakso, banyak. Boleh-boleh tapi aku lagi batuk kalau ketularan jangan marah ama aku ya," kisah dia.
Selama blusukan, Sylvi mengaku senang. Setiap bertemu warga dia merasa kembali ke kampungnya.
"Aku happy karena kaya pulang kampung, kan aku dulu walikota Jakarta Pusat. Kalau kemana-mana aku ngerasa pulang kampung, ke Jakarta aku pernah Plt Jakbar, selatan aku pernah Plt Satpol PP," tutupnya. (ams/dnu)











































