"Kehadiran saya ziarah ini untuk mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur, wabil khusus Bung Tomo. Dan kita ingin petik apa makna yang bisa diambil oleh kita pada saat ini," kata Djarot kepada wartawan usai ziarah ke makam pahlawan Bung Tomo di tempat pemakaman umum (TPU) Ngagel, Surabaya, Jumat (11/11/2016).
Djarot dan istrinya (Foto: Rois Jajeli/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh sebab itu kita berharap, media terutama media komunikasi, informasi, harusnya digunakan untuk hal-hal yang positif untuk saat ini. Bagaimana beliau bisa menginspirasi. Bagaimana media bisa memberikan motivasi. Bagaimana media bisa mempersatukan Indonesia dan bagaimana media betul-betul bisa mengharumkan nama Indonesia," ujarnya.
"Bukan seperti sekarang ini. Media komunikasi, media sosial banyak digunakan untuk hal-hal kalau menurut saya negatif," tuturnya.
"Marilah kita dengan sosok Bung Tomo ini, meniru pola beliau ketika berjuang untuk membangkitkan semangat arek-arek Surabaya melawan tentara Inggris yang mau mengancam Surabaya," jelasnya.
Djarot ziarah ke makam Bung Tomo bersama istrinya. Selain mendoakan Bung Tomo, dia juga mendoakan istri Bung Tomo, Sulistina Sutomo, yang makamnya berdampingan dengan Bung Tomo.
Djarot dan istrinya (Foto: Rois Jajeli/detikcom) |
Sebelum ke makam Bung Tomo, Djarot bersama istrinya juga ziarah ke makam Gus Dur, KH Wachid Hasyim, KH Hasyim Asyari di Ponpes Tebu Ireng Jombang. Selain itu, dia juga berziarah ke makam proklamator Bung Karno di Blitar.
"Ini dalam rangka Hari Pahlawan. Kita napak tilas jejak para pahlawan yang di Jawa Timur dimulai dari Bung Karno kemarin. Kemudian melanjutkan ke Gus Dur, mbah Hasyim Asyari, Kh Wachid Hasyim dan kita salat Jumat di Tebu Ireng, dilanjut ke Bung Tomo," katanya.
"Sebetulnya ada salah satu tokoh lagi yang segera kami ziarahi, Cak Roeslan Abdulgani di makam Kalibata Jakarta. Berhubung ini di Jawa Timur, maka kita sampai ke makam Bung Tomo ini," tandasnya. (roi/dhn)












































Djarot dan istrinya (Foto: Rois Jajeli/detikcom)
Djarot dan istrinya (Foto: Rois Jajeli/detikcom)