"Periksa di kamar David ditemukan alat bantu hisap. Di kamar yang jadi TKP (tempat kejadian perkara) itu," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, Jumat (11/11/2016).
Hal itu menjadi bukti ada keterkaitan kasus percobaan bunuh diri David yang mengajak anaknya dengan kasus sabu seperti pada catatan yang ditinggalkan David. Namun hal itu masih perlu pendalaman termasuk siapa yang menyimpan alat hisap sabu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui peristiwa percobaan bunuh diri itu dilakukan David hari Selasa (8/11) dini hari lalu. David mengajak dua anaknya, Junior Ronald Nugroho (3) dan Aura Safya Nugroho (7) untuk bunuh diri dengan menenggak racun pembasmi serangga.
Namun nahas, David tidak tewas dan justru Aura yang meninggal karena organ dalam tubuhnya rusak. Sementara itu kondisi David sudah bisa dimintai keterangan dan akan dijemput dari RS Bhayangkara Semarang ke Mapolrestabes Semarang. Sedangkan korban bernama Junior masih dirawat di RS Roemani Semarang.
"David dinyatakan sehat, akan dibawa ke Polrestabes," tandas Abiyoso.
Sementara itu David juga sempat mengungkapkan alasannya melakukan bunuh diri lewat catatan 6 halaman di sebuah buku. Dalam catatan itu dituliskan nama-nama orang yang membuat istrinya bergaul dengan narkoba.
"Istrinya belum ditemukan, kami sudah melakukan pencarian termasuk teman-temannya seperti Heru, Piping, dan nama-nama yang tertulis," tegasnya.
Untuk diketahui, David dalam catatannya beralasan mengajak dua anaknya bunuh diri karena merasa sang istri sudah tidak mampu lagi. Ia pun menyalahkan 5 orang karena bersekongkol dengan istrinya.
"Karena sabu, Dian (istrinya) lebih mikirin takut sama Piping, Lia, Arda, Rendy, dan Heru, bandar yang menyuplai sabu sama Dian," kata David dalam catatan itu. (alg/rvk)











































