KPU Banten Tantang Ahli IT dan Programer Ikuti Pilkada Apps Challenge

KPU Banten Tantang Ahli IT dan Programer Ikuti Pilkada Apps Challenge

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 11 Nov 2016 18:45 WIB
KPU Banten Tantang Ahli IT dan Programer Ikuti Pilkada Apps Challenge
Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom
Banten - KPU Banten menantang para ahli IT dan Programmer dalam membuat aplikasi Pikada Banten 2017. Aplikasi Pikada ini nanti berbasis IOS, Android, Window Phone dan Web atau berupa game interaktif Pilkada. Perlombaan ini sendiri dibuka semenjak 7 November sampai 5 Desember 2016.

Ketua KPU Banten, Agus Supriyatna mengatakan, penyelenggaraan Pilkada Banten 2017 nanti harus dilaksanakan dengan nuansa fun dan mendidik. Dengan adanya aplikasi Pilkada diharapkan dapat memudahkan anak-anak muda di Banten berpartisipasi dalam pemilihan calon gubernur.

Menurut Agus, Provinsi Banten adalah daerah yang memiliki jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Daftar pemilih sementara di Banten sendiri sesuai yang direkapitulasi oleh KPU mencapai 7.802.350 jiwa. Dari jumlah tersebut 30% merupakan pemilih pemula yang melek terhadap tekhnologi informasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin Pilkada Banten ada nuansa fun dan mendidik. Karena Banten memiliki pemilih terbesar dengan perangkat TPS terbanyak 1693 di 155 kecamatan," kata Agus Supriyatna kepada wartawan di kantor KPU Banten, Jl. Syekh Nawawi Al-Bantani, Kota Serang, Jumat (11/11/2016).

Selain itu, diadakannya perlombaan ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada Banten 2017 nanti. Karena, pada Pilkada 2015 lalu, salah satu daerah yaitu Kabupaten Serang berada di ranking ke 2 terbawah se-Indonesia dalam hal partisipasi pemilihan.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Republik Indonesia, Sigit Pamungkas mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh KPU Banten. Kerjasama antara KPU Banten, Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi), Universitas Multimedia Nusantra (UMN) untuk membuat aplikasi pemilu ini menurutnya dapat mendorong keterlibatan publik dalam partisipasi Pilkada.

"Yang penting adalah sikap mendidik dan mengedukasi. Dalam kerangka itu perlu desain aplikasi menyediakan informasi komplit, lengkap, mudah diakses dan dicerna," ujar Sigit Pamungkas.

Sigit menambahkan, KPU RI sendiri mendukung setiap KPU di daerah melakukan inovasi untuk menarik partisipasi masyarakat dalam Pilkada. Apapun bentuknya, menurut Sigit, asalkan dapat menarik pemilih untuk mendapatkan informasi terkait Pilkada. Meskipun harus mereflikasi bentuk yang sudah dilakukan oleh KPU Banten. (bri/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads