Muhammadiyah Tak Dukung Salah Satu Kandidat Ketum PAN

Muhammadiyah Tak Dukung Salah Satu Kandidat Ketum PAN

- detikNews
Senin, 04 Apr 2005 18:40 WIB
Jakarta - Kedatangan Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ke acara deklarasi Moeslim Abdurrahman sebagai kandidat ketua umum PAN bukan berarti Muhammadiyah telah mendukung Moeslim. PAN tidak mendukung salah satu kandidat. Hal ini disampaikan Din Syamsuddin sela-sela acara jumpa pers tentang pemulihan Aceh di kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2005). Din menjelaskan, dirinya datang ke acara Moeslim hanya kewajiban untuk memenuhi undangan. "Saya hanya diminta untuk memberikan tausiyah politik. Dan saya kira Muhammadiyah akan mendukung seluruh calon yang bisa membawa PAN lebih maju lagi. Tidak hanya salah satu calon," ungkapnya. Pada kesempatan itu, Din juga menegaskan kembali bahwa calon ketum PAN mendatang tidak merangkap jabatan. Dia menyarankan agar calon ketua umum PAN yang menjabat menteri mundur dari jabatannya sebelum pencalonan. "Secara normatif memang tidak ada yang bisa melarang rangkap jabatan. Tapi, secara politik subjektif, sebaiknya jangan. Karena bisa terjadi conflict of interest dan bisa dianggap memanfaatkan jabatannya apabila mundur setelah pencalonan," ungkap dia. Din juga menyatakan, rangkap jabatan bisa dianggap menyulitkan ketua umum PAN dalam menentukan keputusan politiknya. Rangkap jabatan juga bisa mengundang penilaian buruk bahwa kemenangannya itu diperoleh karena memanfaatkan jabatannya sebagai menteri."Kalau ada menteri, sebaiknya dia mundur sebelum bertarung. Kalau mundur sesudah terpilih, maka jabatan itu akan dinilai tidak murni. Tapi, saya tegaskan ini bukan like dan dislike terhadap calon. Tapi, itu yang harus dilakukan," jelasnya. Din meminta agar seluruh calon ketua umum PAN bersaing sehat dan menghindari politik uang dan cara-cara negatif lainnya. "Saya yakin pemimpin yang tampil dengan cara itu bukan pemimpin yang sejati. Calon ketum PAN harus punya visi, komitmen serius, pribadi independen dan figur yang jauh dari sifat amoral," ungkap Din yang juga Sekjen MUI itu. (asy/)


Berita Terkait