Dengan adanya perda ini, aparat keamanan bisa memeriksa orang yang sedang berkumpul dan membahas teror atau tindakan makar. Dengan begitu, ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat dapat ditanggulangi.
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana mengatakan, aparat keamanan saat ini tidak bisa bergerak masuk ke orang-orang yang sedang berkumpul atau rapat membahas rencana teror.
"Undang-undangnya memang nggak membolehkan," kata Mayjen TNI I Made Sukadana usai menghadiri acara Rapat 3 Pilar Plus di Convention Hall, Grand City Surabaya, Jumat (11/11/2016).
"Makanya tadi pak Gubernur (Soekarwo) menyampaikan, kalau ada orang mulai rapat-rapat tentang rencana teror dan sebagainya, bagaimana kalau bupati, walikota, kita bicara-bicara bisa nggak kita buat perda," ujarnya.
"Kalau misalnya ngomong-ngomong gitu (teror), bisa nggak kita mintai keterangan, supaya tidak terjadi dulu baru kita sibuk menangkap," terangnya.
Ia mengatakan, Tiga Pilar Plus (Babinsa, Babin kamtibmas, Kepala Desa/Lurah) bersama tokoh agama atau tokoh masyarakat, untuk meredam konflik yang paling kecil terjadi di desa atau kelurahan.
"Maksud dan tujuan tiga pilar plus, supaya konflik-konflik yang munculnya paling kecil di desa atau kelurahan, harus diselesaikan segera. Ini tiga pilar plus harus bermain cepat, jangan sampai meluas, karena konflik itu sangat berbahaya. Kalau sudah meluas maka sulit menghentikannya," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat ditanya tentang Perda yang mengatur aparat keamanan bisa masuk ke kelompok atau komunitas yang sedang berkumpul dan merencanakan sesuatu yang mengarah ke arah teror.
"Dilemparkan kepada masyarakat. Suara rakyat adalah suara Tuhan," jelasnya.
Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji menambahkan, Rapat 3 Pilar Plus ini juga mengantisipasi keamanan dan menciptakan kamtibmas aman, nyaman.
"Kita ini mempersiapkan kegiatan-kegiatan akhir tahun. Makanya secara bergulir kita adakan di Jember, Banyuwangi, kemudian di Surabaya," kata Anton.
"Terus terang ini skala besar, karena kalau kita ke wilayah-wilayah tidak nututi (menjangkau). Makanya pak gubernur mengambil inisiatif seluruh Jawa Timur kita kumpulkan di sini, dan ini untuk mengantisipasi akhir tahun, jangan sampai lengah," tuturnya. (bdh/rvk)











































