Fadel hingga saat ini masih heran dengan alasannya dicopot. Dia mengakui bahwa tidak mendukung Ahok yang sudah diusung oleh partainya.
"Kalau alasannya karena saya tidak mendukung Ahok, itu dari hati kecil saya. Islam enggak boleh dipermainkan oleh dia. Jadi menurut saya enggak jelas, kalau saya diberhentikan karena meminta meninjau dukungan kepada Ahok," ungkap Fadel ketika dihubungi, Jumat (11/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ketua Harian Golkar Nurdin Halid mengatakan bahwa sanksi bagi Fadel dijatuhkan karena dia berkampanye untuk calon lain. Nurdin menegaskan bahwa sanksi ini tak ada kaitan dengan pencalonan Ahok.
"Tidak ada hubungannya dengan Ahok. Itu semua (peninjauan kembali dukungan) kan hanya statement," kata Nurdin Halid saat dihubungi terpisah.
Fadel memang pernah disorot karena berkampanye untuk sang istri, Hana Hasanah yang merupakan calon gubernur Gorontalo yang diusung PPP, Gerindra, PKB, dan PDIP. Di sisi lain, Golkar punya calon di Pilgub Gorontalo yaitu Rusli Habibie.
Baca Juga: Nurdin Halid: Fadel Muhammad Dicopot dari Sekretaris Wanbin Golkar
Nurdin mengatakan bahwa sanksi ini diambil di rapat harian terbatas DPP Golkar pada 8 November lalu. Ketua Dewan Pembina Golkar, Aburizal Bakrie juga telah menyetujuinya.
Pernyataan Fadel soal peninjauan kembali dukungan ke Ahok diungkapkan saat rapat Dewan Pembina Golkar. Saat itu, Wanbin pun berencana akan menggelar rapat internal terkait Ahok, terutama pasca munculnya kasus dugaan penistaan agama.
"Itu harus DPP yang jawab, jangan kita dewan pembina. Nanti kita akan bikin rapat tersendiri," kata Fadel di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (8/11/2016).
(imk/elz)











































