Kapolda Jawa Timur Irjen Anton Setiadji mengakui belum menerima laporan kekerasan terhadap wartawan yang dilakukan oknum polisi. "Saya belum menerima laporan. Nanti saya lihat apa permasalahannya," katanya kepada wartawan di sela acara Rapat 3 Pilar Plus di Convention Hall, Grand City Surabaya, Jumat (11/11/2016).
Baca Juga: Sejumlah Wartawan Jadi Korban Ricuh Bonek versus Polisi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini saya minta kepada teman-teman media. Kita ada kerjasama, ada MoU. Tapi untuk tindakan-tindakan anarkis, tolong rekan-rekan media harus bisa mengamankan diri sendiri. Itu yang saya sampaikan," ujarnya.
"Makanya nanti saya lihat dulu. Kita akan tanya dulu permasalahannya. Sampai sekarang saya belum tahu permasalahannya," ujarnya.
Diday, wartawan dari salah satu media cetak di Surabaya, juga mendapatkan bogem mentah dari kepolisian.
Hady, reporter dari salah satu stasiun televisi sedang meliput aksi bonek yang dibubarkan aparat kepolisian, kameranya direbut dan memory cardnya diambil dan tidak dikembalikan.
"Kameraku sempat dirampas. Tapi saya pertahankan dan rebutan kamera dengan polisi. Akhirnya polisi dari sabhara merampas kartu memory," jelas Hady. (fjp/fjp)










































