DetikNews
Jumat 11 November 2016, 14:49 WIB

Diduga Mabuk Miras, 3 Anggota Ormas di Bali Keroyok Polisi

Prins David Saut - detikNews
Diduga Mabuk Miras, 3 Anggota Ormas di Bali Keroyok Polisi Foto: Pelaku pengeroyokan/ David detikcom
Denpasar - 3 Anggota salah satu ormas pemuda di Bali mengeroyok anggota polisi. Mereka diketahui dalam pengaruh alkohol sesaat sebelum menganiaya anggota Bhayangkara tersebut.

"Tiga pelaku ini yang melakukan pengeroyokan dan penusukan," kata Kasubdit III Ditreskrimum Polda Bali, AKBP Suratno di kantornya, Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Jumat (11/11/2016).

Suratno menjelaskan kejadian berawal ketika anggota Dit Samapta Polda Bali Bripda I Putu Agus Adnyana hendak melintas di sekitar Puri Pemayun Kesiman, Denpasar, pada pukul 21.15 WITa, Kamis (10/11) kemarin. Agus yang berpakaian preman dan mengendarai mobil non-dinas distop karena ada tamu undangan di puri tersebut hendak menyeberang.

"Para pelaku dalam pengaruh miras dan sebenarnya ikut hajatan di Puri Pemayun itu," ujar Suratno.

Menurut Suratno, para pelaku mengaku disenggol oleh korban dengan mobilnya saat disetop lalu menendang dan memecahkan kaca belakang mobil Avanza hitam tersebut. Korban kemudian meminggirkan mobilnya untuk mengkonfirmasi alasan para pelaku merusak mobilnya.

"Belum dikonfirmasi, korban langsung dikeroyok," ucap Suratno.

Korban langsung ditusuk menggunakan pisau lipat di leher sebanyak dua kali. Korban sempat membela diri hingga melukai jarinya. Korban langsung dilarikan ke RS Trijata Polda Bali untuk perawatan.

"Para pelaku menggunakan pisau lipat yang dibawa sendiri dan batu dari TKP," imbuh Suratno.

Para pelaku diketahui bernama Komang Rolies Wiandana (26) yang memukul wajah korban, Kadek Kertiasa (34) yang menusuk leher korban, dan Wayan Suda (51) yang memecahkan kaca mobil. Ketiganya ditangkap berkat bantuan pimpinan ormas.

"Informasi menyebutkan para pelaku anggota salah satu ormas. Kami temui pimpinannya dan para pelaku kami temukan. Pangakuan para pelaku masih aktif di ormas itu tapi tidak ada KTA dan sejenisnya," ujar Suratno.

Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Saat kejadian, para pelaku menggunakan pakaian adat. Ada yang masih pelajar dan lainnya wiraswasta," kata Suratno.
(vid/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed