Badan Geologi Minta Pemda dan Warga Bantu Jaga Seismograf Agar Tak Dicuri

Badan Geologi Minta Pemda dan Warga Bantu Jaga Seismograf Agar Tak Dicuri

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 11 Nov 2016 13:13 WIB
Badan Geologi Minta Pemda dan Warga Bantu Jaga Seismograf Agar Tak Dicuri
Foto: Menteri ESDM Ignasius Jonan/ Baban detikcom
Bandung - Seismograf memiliki fungsi penting untuk mengamati pergerakan tanah dan aktivitas gunung api. Namun nyatanya sudah sering orang tak bertanggung jawab nekat mencuri alat tersebut di area gunungapi di sejumlah wilayah Indonesia. Seperti apa upaya Badan Geologi untuk mencegah terjadinya aksi pencurian seismograf?

Menteri ESDM Ignasius Jonan mewanti-wanti jajarannya agar menjaga keberadaan perangkat pengukur dan pendeteksi gempa bumi serta pencatat aktivitas gunungapi di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Jonan di sela-sela menyambagi kantor Badan Geologi, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/11/2016).

"Harus dijaga. Carikan cara jaganya bagaimana," ucap Jonan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Badan Geologi Ego Syahrial mengaku pihaknya terus berupaya mencegah pencurian seismograf. Langkah jarak pendek yang digulirkan Badan Geologi yaitu menggandeng pemerintah daerah untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat soal pentingnya menjaga seismograf.

"Terus terang yang paling singkat ialah kita meminta pemerintah daerah untuk sosialisasi secara detail kepada masyarakat sekitar. Ya agar masyarakat betul-betul merawat dan mengawasi, karena alat itu untuk keselamatan umat," ucap Ego.

Namun begitu, sambung Ego, segelintir orang tidak memahami fungsi dan teknis kerja seismograf sehingga melakukan vandalisme berupa perilaku merusak atau mencuri. Dalam sejumlah kasus memang alat tersebut sengaja dipereteli komponennya yang diduga dijual ke tempat rongsokan.

"Beberapa pihak menggangap alat itu bisa dimanfaatkan akinya, diambil besinya dan segala macam," tutur Ego.

Dia menegaskan, perangkat bertujuan memonitor pergerakan tanah dan gunung api merupakan alat untuk keselamatan publik. "Kalau alatnya hilang kan berbahaya sekali," kata Ego.

Kasus terbaru, pada September 2016 lalu, satu unit seismograf di Gunung Bromo, Jatim, milik Pos Pengamatan Gunung Api Bromo raib digondol pencuri. Pihak Badan Geologi sudah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi setempat.

"Di Bromo itu ada empat alat. Diambil satu. Memang (hilang satu) tidak pengaruh, tapi mengurangi akurasi," ujar Ego.

Lebih lanjut Ego menuturkan, tercatat 74 gunungapi di Indonesia tak luput dalam pemantauan. Tiap gunung dipasang empat alat pendeteksi yang pemasangannya menyebar. (bbn/rvk)


Berita Terkait