Dalam pertemuan ini, Jonan berpesan agar Badan Geologi benar-benar berfungsi dengan baik dan mensosialisasikan hasil-hasil kerjanya kepada publik. Misalnya dalam hal mitigasi bencana, harusnya Badan Geologi lebih aktif.
Dengan alat-alat monitoring canggih yang dimilikinya, Badan Geologi bisa memberikan peringatan dini bila ada aktivitas gunung api yang tidak normal. Kalau ada gunung berapi akan meletus dan Badan Geologi bisa memberitahukan masyarakat secepatnya, tentu akan banyak nyawa yang dapat diselamatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sosialisasi kepada masyarakat, Jonan melanjutkan, harus dilakukan dengan cara yang menarik dan mudah dimengerti oleh orang-orang awam. "Kalau kita menjelaskan ke masyarakat harus disimplifikasi kayak animasi. 20 tahun lalu ada acara Si Unyil di TVRI. Coba bikin animasi seperti itu. Coba cari jalan supaya masyarakat bisa paham," cetus Jonan.
Ia pun memberikan tantangan, dalam 6 bulan ke depan Badan Geologi harus memberikan sosialisasi yang bagus hingga popularitasnya mengalahkan Menteri ESDM. "Perlu disosialisasikan kerjanya apa, saya mau Badan Geologi lebih terkenal dr Menteri ESDM. Bikin Facebook sendiri, Twitter sendiri, yang agak modern gitu lho. Saya minta 6 bulan mulai dari sekarang, Badan Geologi harus lebih terkenal dari Menteri ESDM," katanya.
Dalam program-program kerjanya, Badan Geologi diminta fokus saja ke kegiatan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Jangan membuat banyak program yang tak jelas juntrungannya.
"Ada kecenderungan soal anggaran, pokoknya ada kegiatan. Fokus saja, misalnya soal air tanah, mitigasi bencana, tahun depan apalagi. Jangan kecil-kecil nggak keliatan apa-apa. Kalau nggak penting ya dibuang. Sepakat ya?" tegasnya. (rvk/rvk)











































