"Rencananya Pak Djarot juga akan kita panggil, hari Senin (14/11)," ungkap Ketua Panwaslu Jakarta Barat Puadi di kantornya, Jalan Kebon Jeruk Raya, Jumat (11/11/2016).
Anas diketahui hadir saat kampanye Djarot di Kampung Baru RT 02/10 dan RT 04/03 Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jakbar, Rabu (9/11). Menurut Puadi, pihaknya mengusut kasus ini karena adanya laporan dari masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan setiap laporan dari masyarakat harus kita tindaklanjuti," imbuh Puadi.
Anas sendiri sudah hadir di Panwaslu Jakarta Barat sejak pukul 10.00 WIB tadi. Ia hanya menebar senyum dan tak berkenan memberi pernyataan apa-apa. Hingga kini Anas masih menjalani pemeriksaan.
Seperti diketahui, dalam kampanye yang dihadiri Anas itu, Djarot mendapat penolakan dari sejumlah warga. Namun kelompok masyarakat yang menolaknya bukan dari warga Kembangan Utara melainkan dari Kembangan Selatan.
"Begitu saya ketemu salah seorang yang saya pikir komandannya, saya beri tahu bahwa ini dalam rangka kampanye Pilkada, setiap kandidat boleh masuk ke mana saja. Kalian tidak boleh menolak. Itu ada dalam UU Pilkada dan kalian bisa dilaporkan Bawaslu," tutur Djarot kala itu.
"Niat kami baik. Niat kami menyerap aspirasi warga. Saya banyak menemukan persoalan-persoalan itu. Dan kalian lihat bahwa masyarakat tidak menolak kami. Mereka senang," imbuh cawagub pasangan Cagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) tersebut. (elz/imk)











































