Pasalnya, sejumlah pihak mulai saling lapor sebagai buntut dari isu tersebut. Hal tersebut menurut Akom berpotensi mengganggu persatuan bangsa.
"Dengan hiruk-pikuk saling melaporkan, kita berarti tidak lagi memikirkan negeri ini harus bersatu dan tercerai berai hanya karena Pilkada DKI. Saya mengimbau semua pihak menahan diri. Kuncinya adalah proses hukum Pak Ahok mengedepankan rasa keadilan masyarakat," kata Akom di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (11/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada intinya dalam pandangan Akom, yang diinginkan masyarakat adalah rasa keadilan terhadap proses hukum yang berjalan.
"Presiden sudah sangat capek berkeliling ke semua elemen akan jadi sia-sia kalau tidak dibarengi oleh penegakan hukum yang memperhatikan rasa keadilan bersama," tutur Politisi Partai Golkar itu.
"Terlalu kecil hanya karena pilkada bangsa ini harus tercerai berai. Persatuan nasional jauh lebih penting di atas segala-galanya hanya karena Pilkada DKI. Persatuan ini rasa kebangsaan, bersama, satu bahasa, sudah dideklarasikaneh para pendahulu kita dan sudah kokoh berpuluh-puluh tahun. Jangan hanya dirusak hanya karena pilkada," beber dia. (wsn/imk)










































