Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Yunus S Swarinoto mengatakan hal ini disebabkan oleh dinamika di atmosfer dan pemanasan yang tinggi. Dalam seminggu ke depan, lanjutnya, potensi hujan lebat akan meningkat.
"Kondisi dinamika atmosfer yang lembab dan basah dan pemanasan yang tinggi serta kondisi lokal yang kuat, meningkatkan kejadian bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Indonesia. Dalam beberapa hari ke depan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera dan Jawa relatif tinggi. Diprakirakan potensi hujan lebat disertai kilat, petir serta angin kencang masih terus meningkat dalam seminggu ke depan," kata Yunus dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas hal tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Hujan deras itu berpotensi terjadi di sore hari.
"Masyarakat diimbau berhati-hati dan waspada ketika beraktivitas di luar. Hujan lebat dengan durasi singkat pada sore hari dapat menyebabkan genangan bahkan banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang dan jalan licin," kata Yunus. (jbr/bpn)











































