FPDIP Tak Setuju Pembelian Camry Bila Salahi APBN

FPDIP Tak Setuju Pembelian Camry Bila Salahi APBN

- detikNews
Senin, 04 Apr 2005 16:34 WIB
Yogyakarta - Anggota DPR dari FPDIP, Sutjipto, tidak keberatan terhadap rencana pemerintah membeli 60 sedan Toyota Camry, asal harganya tidak jauh dari Toyota Kijang."Kalau harganya sama dengan Kijang.. kalau betul harganya sama dengan Kijang kan kita untung. Itu kalau benar," kata Sutjipto menjawab wartawan seusai mengadakan kunjungan kerja di kantor Gubernur DIY di Kepatihan Jl Malioboro Yogyakarta, Senin (4/4/2005).Seperti diketahui, dalam menyambut reuni KTT Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, pemerintah akan membeli 60 Toyota Camry dengan total ongkos Rp 21 miliar. Mobil itu setelah tidak dipakai KTT KAA akan dipakai sebagai mobil dinas pimpinan MPR/DPR dan menteri-menteri. SBY memilih Camry karena harganya 40% lebih murah dari Volvo, kendaraan dinas menteri selama ini. Dana pembelian Camry diambil dari APBN 2005. Lebih lanjut, Sutjipto justru mempertanyakan apakah harganya betul-betul murah, semurah harga mobil Kijang. "Mungkin Kijang dengan berlapis emas itu mungkin," katanya sambil tertawa.Ketika ditanyakan apakah FPDIP setuju dengan pembelian mobil tersebut, ketua DPP PDIP ini mengatakan, partainya jelas tidak akan setuju bila hal itu menyimpang dari APBN. "Itu tidak bisa diterima bila belum diputuskan dan diketok palu di DPR," katanya.Anggota FPDIP lainnya Ario Bimo menambahkan, kebijakan itu tidak mencerminkan sikap pola hidup sederhana seperti yang pernah didengung-dengungkan beberapa waktu lalu. "Menurut saya itu paradoks dan tidak mencerminkan sikap pola hidup sederhana," demikian Bimo. (nrl/)


Berita Terkait