"Maunya kita kan sebenarnya dari KPUD mengeluarkan jadwal itu sehingga kita betul-betul prepare apa yang harus kita siapkan, itu sebagai bahan evaluasi kita bersama, termasuk kepada Bawaslu," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/11/2016).
"Kita memang sudah menyampaikan itu, karena memang seyogyanya dari KPUD yang membuat jadwal itu. Tapi kan sekarang ini mereka kebanyakan kampanye kan dialogis, maksudnya kayak bkusukan-blusukan gitu," sambung Awi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga setiap kemana paslon pergi, minimal tim sukses mengabari dulu ke kita. H-1 minimal sampaikan ke kita. Kalau memang belum ada jadwal dari KPUD minimal itu yang kita bisa jadi pegangan, sehingga kita jangan lagi dibilang polisi kecolongan," tambah Awi.
Awi mengatakan, jadwal kampanye masing-masing paslon sangat penting bagi kepolisian untuk diketahui. Selain untuk mengetahui tingkat kerawanan, juga polisi bisa melakukan pemetaan dan kekuatan personel yang diperlukan untuk pengamanan.
"Karena memang jujur saja sampai sekrang kami belum pernah mendapat jadwal rencana kampanye oleh paslon itu belum ada, sehingga yang terjadi kepolisian kebetulan punya tim yang melakukan pengamanan melekat kepada paslon, di situlah peran kita. Termasuk kita yang jemput bola, koordinasi dengan tim sukses apa yang akan dikerjakan sehingga sebenarnya tidak terupdate," paparnya.
Terkait adanya penolakan terhadap Cawagub nomor urut 2, Djarot di Kembangan, Rabu (9/11) kemarin, Awi menutukan pihaknya akan mengevaluasi hal tersebut.
"Menyikapi itu tentunya jga itu sebagai bahan masukan untuk perencanaan pengamanan terkai dengan paslon, termasuk juga informasi-informasi intelijen ini sangat berguna," pungkasnya. (mei/rvk)











































