Ahok menjawab, saat ia hendak turun di wilayah tersebut, ia telah melihat kondisi sudah ramai dengan polisi serta sekelompok masyarakat yang menolak kedatangannya.
"Harusnya kita tadi sudah mutar dua kali dan banyak polisinya yang pegang senjata, dan kondisi lalu lintas macet. Kalau saya turun dan bertemu masyarakat, saya ditahan-kan. Mungkin mereka lempar-lemparan. Saya pikir yang akan jadi korban mobil-mobil orang. Kasihan sudah macet," kata Ahok saat disambangi di kediamannya, Perumahan Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jujur saya mau turun. Sebetulnya di lapangan itu orang kita sudah siap 100 lebih di situ. Dan mereka juga udah panas, saya bilang ya enggak usah ribut deh, kasian orang. Ya sudah kita ngalah saja," ungkapnya.
Lantas, apakah Ahok khawatir jika nantinya aksi penolakan tetap menyambut dirinya saat melakukan blusukan?
"Enggak masalah kok, asal tidak macet tadi saya turun. Aku rasa sudah enggak benar lah timses pasti akan lapor Bawaslu, saya rasa sudah enggak benar. Gerakin anak-anak juga, ibu-ibu teriak-teriak pakai spanduk. Kita tadi lewat kok 2 kali, kita lihatin mereka," jelas cagub nomor urut 2 itu.
Pantauan detikcom sore tadi di Kedoya Utara, sekitar 200 polisi sudah berjaga-jaga di lokasi blusukan Ahok. Mereka membawa tameng dan memakai pelindung badan. Dua mobil water canon juga siaga.
Foto: Polisi jaga lokasi Kampanye Ahok/ Ibnu detikcom |












































Foto: Polisi jaga lokasi Kampanye Ahok/ Ibnu detikcom