Bahkan Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto, berencana menyematkan nama KH Raden As'ad Syamsul Arifin di tempat-tempat lain.
"Kami masih mencari tempat-tempat lain, yang memungkinkan untuk diberi nama KHR As'ad Syamsul Arifin. Akan kita perkenalkan ke masyarakat, kalau Kiai As'ad bukan hanya milik Situbondo, tapi menjadi milik bangsa," kata Dadang di Pendopo Kabupaten, Kamis (10/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom |
Terdapat dua fasilitas umum di Situbondo yang menyematkan nama besar KH Raden As'ad Syamsul Arifin. Di antaranya, nama KHR As'ad Syamsul Arifin ditetapkan menjadi nama jalan, tepat di depan Masjid Agung Al-Abror Situbondo atau sisi barat Alun-alun Situbondo. Nama jalan KHR As'ad Syamsul Arifin itu ditandai dengan papan nama jalan, yang terletak di jalan menikung dari arah jalan RA Kartini, di sisi selatan Masjid Agung.
Ruas jalan KHR As'ad Syamsul Arifin ini melintang dari selatan ke utara dengan panjang sekitar 200 meter, hingga persimpangan jalan A Yani. Selain dijadikan nama jalan, nama KHR As'ad Syamsul Arifin juga disematkan menjadi nama Gedung Pusat Data Pemkab Situbondo, di Jalan Seruji, Kelurahan Patokan, Situbondo.
Foto: M Rofiq/detikcom |
"Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional terhadap Kiai As'ad ini sangat istimewa. Ini semua berkat karomah beliau sendiri, sebagai orang yang kita percaya punya pangkat wali Allah," sambung Dadang.
Menurut Dadang, penganugerahan gelar Pahlawan Nasional terhadap Kiai As'ad itu harus ditanggapi dengan baik. Di antaranya, dengan menjadikan Kiai As'ad sebagai teladan. (bdh/try)











































Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom
Foto: M Rofiq/detikcom