Lewati Gang Sempit di Cipulir, Anies Tampung Curhat Soal Penggusuran

Dinamika Pilgub DKI

Lewati Gang Sempit di Cipulir, Anies Tampung Curhat Soal Penggusuran

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 10 Nov 2016 16:47 WIB
Lewati Gang Sempit di Cipulir, Anies Tampung Curhat Soal Penggusuran
Anies saat di TPU Tanah Kusir (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyapa warga di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Di lokasi ini Anies lincah menyusuri gang-gang sempit untuk menyapa warga.

Kedatangan Anies disambut oleh anak-anak kecil yang ada di lokasi. Mereka berebut bersalaman dengan cagub nomor urut tiga itu.

"Kehadiran cagub kita nomor urut 3 mas Anies dan Bang Sandi. Kita doakan supaya menjadi gubernur DKI," ujar tim sukses Anies, di lokasi, Kamis (10/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi kampanye Anies ini tergolong padat penduduk. Jarak antar rumah sangat dekat dan menyisakan jalan yang hanya bisa dilalui dua motor.

Anies pun sempat tertegun dengan tingginya rumah warga. Dia sempat bertanya ada berapa tingkat dan berapa jumlah keluarga yang tinggal di situ.

"Itu memang rumah untuk kost pak," jelas warga.

Di RT 01/RW 06 Cipulir Anies dijamu makan siang di rumah Saiman yang juga sesepuh di lokasi tersebut. Anies dijamu dengan lauk ayam dan tahu-tempe bumbu kuning. Usai makan siang Anies menengok sentra produksi tempe di RT 09/RW 16.

Warga yang tinggal di RW 06 Cipulir, Kelurahan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mayoritas merupakan pembuat tempe. Mereka khawatir dengan wacana pemerintah provinsi DKI yang akan merelokasi mereka.

"Kalau bisa jangan digusur. Kami tidak mau pindah. Katanya alasannya di sini zona hijau padahal lokasi ini dekat dengan market kami. Apakah programnya berlanjut atau tidak? Di sini kami ada sekitar 70 pengrajin tempe," kata warga bernama Budi saat berbincang dengan Anies.

Mendengar itu Anies menjelaskan programnya bukan membuat tempat menjadi ideal. Dia memilih untuk mengelola wilayah yang sudah berisi kegiatan warga daripada memindahkan.

"Cara pandang saya bukan membuat ideal lalu diubah. Ini adalah tempat yang sudah banyak kegiatan diatur bagaimana. Seakan-akan Jakarta tanah kosong. Justru cara berpikirnya sudah ada diatur supaya lebih baik," jelas Anies.

Anies menyebut tidak akan asal memindahkan warga. Dia pun menegaskan ingin menata bukan malah menggusur warga.

"Caranya bukan asal pindah. Saya tidak mau janji yang tidak bisa dilakukan. Daripada Janji yang tidak bisa dikerjakan. Saya inginnya menata bukan menggusur," sambungnya.

Meski begitu Anies menyebut ada beberapa hal yang tidak luput dari penggusuran. Apalagi bila daerah itu direncanakan akan dibangun jalan tol.

"Kalau jalan tol tidak bisa ditata ulang, kalau sungai harusnya lebarnya 8 meter tapi jadi 2 meter, ya harus dipindah. Tapi berdialog dicarikan tempat baru yang ada penghidupan yang baik, akses pendidikan, akses kesehatan yang baik, akses lokasinya juga terjangkau," jelas dia.

"Kita bicarakan itu dengan baik-baik sehingga perpindahan dengan kesadaran," tambah Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu. (ams/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads