Air Hasil Perjuangan Serda Daryo Bisa Menjadi Pendapatan Desa

Air Hasil Perjuangan Serda Daryo Bisa Menjadi Pendapatan Desa

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 10 Nov 2016 16:04 WIB
Air Hasil Perjuangan Serda Daryo Bisa Menjadi Pendapatan Desa
Serda Daryo cek penampungan air (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas - Kini perjuangan Serda Daryo mengalirkan air bersih berbuah manis bagi warga Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Banyumas, Jawa Tengah. Bahkan, air itu bisa menjadi pemasukan untuk anggaran di desa itu.

Kepala Desa Klinting, Sudir, mengatakan jika pihaknya saat ini tengah membuat peraturan desa (Perdes) yang mengatur tentang tata kelola air. Nantinya setelah air bersih dapat tersalurkan ke ke hampir 300 KK (Kepala Keluarga), air bersih tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan rata.

Air Hasil Perjuangan Serda Daryo Bisa Menjadi Pendapatan DesaSerda Daryo (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka dari itu setiap warganya yang memanfaatkan air bersih saat ini dikenakan biaya Rp 2.000 per meter kubik plus biaya beban listrik sebesar Rp 5.000. Gunanya agar nantinya warga tidak lagi asal menggunakan air, tapi mereka betul-betul memanfaatkan air tersebut secara bijaksana.

"Pemerataan dan pembagian air ini penting, ke depan sudah menjadi program desa. Selanjutnya akan buatkan perdes untuk mengatur tata tertib pengaturan air karena sudah dititipi oleh pak Daryo yang peduli, nanti akan dibiayai oleh desa karena ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ke depan juga akan dibuatkan bumdes," ujarnya.

Menurut dia, perdes termasuk pembagian agar merata karena kebutuhan air tersebut dapat meliputi satu desa. Bahkan nantinya tata kelola air tersebut dapat digunakan untuk pemasukan desa karena desa dituntut harus memiliki badan usaha milik desa (bumdes).

Sementara menurut Serda Daryo, harapannya saat ini dengan apa yang sudah dia rintis dapat diserahkan pada desa agar lebih maju dan merata dalam pembagian air bersih.

"Saya ingin serahkan ke desa agar lebih maju untuk pembagian air agar lebih merata ke daerah ketinggian, masalah di sini ada 3 titik ketinggian yang harus disuplai air dari sini, tapi biayanya terlalu mahal karena pipa induk harus siap sekitar 600 pipa," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, gronteng atau bak penampung air, setidaknya harus memiliki tiga bak penampungan di ketinggian agar dapat mengalir merata ke seluruh warga desa.

Air Hasil Perjuangan Serda Daryo Bisa Menjadi Pendapatan DesaWarga sudah bisa menikmati air (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)


Sedangkan menurut Sutriyani, warga yang sudah menikmati air hasil perjuangan Serda Daryo mengatakan jika saat ini dirinya tidak lagi harus bersusah payah mengambil air di sumber mata air dengan cara dipikul. Dengan air yang dia dapat dalam sebulan dirinya harus membayar Rp 30 ribu dihitung berdasarkan pemakaian yang dihitung Rp 2.000 per meter kubik.

"Alhamdulillah semenjak ada air dari pak Daryo sekarang sudah tercukupi, dulu buat mandi aja susah, mandi paling sehari sekali, ambil air ke bawah sampai 1 kg, susah pakai ember dipikul, sekarang Alhamdulillah sudah tercukupi. Airnya juga lancar," ujar dia yang sudah menikmati air sekitar 2 bulan lebih. (arb/dhn)


Berita Terkait